Jumat, 25 September 2026

Suara Tangisan saat Salat Berjemaah di LP Sukamiskin

Borok dan bobroknya LP Sukamiskin sedang disorot publik. Tapi ada sisi-sisi baik yang dijalankan di sana. Salah satunya kegiatan mengajari para napi kasus korupsi membaca Alquran.

AGUS DWI PRASETYO/JPNN

SUARA iqamah di Masjid Al Muslih Sukamiskin petang itu menggema. Sejenak kemudian, para jemaah berdiri. Lalu beringsut merapatkan saf. Seorang pria di barisan paling depan melangkah maju mengambil posisi sebagai imam. Memimpin puluhan narapidana (napi) kasus korupsi untuk salat Magrib berjemaah.

Salat pun dimulai. Suara sang imam terdengar merdu. Para jamaah terhanyut mendengar suara tersebut. Khusyuk. Jawa Pos yang ikut salat Magrib awal Juli lalu itu sesekali mendengar suara orang menangis terisak.

Entah dari mana asalnya. Suara itu tidak keras, tapi cukup terdengar di sela-sela imam membaca ayat-ayat Alquran.

’’Biasanya mereka (yang menangis, Red) karena meresapi bacaan surat-surat dalam salat dan merenungkannya,’’ kata ustad M. Habibi, imam yang memimpin salat Magrib berjamaah para napi korupsi itu, kepada Jawa Pos yang menemuinya di Pondok Quran, kawasan Bukit Carik, Giri Mekar, Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Habibi bukan napi di Sukamiskin. Tapi, hampir saban hari dia keluar masuk lapas yang dibangun pada era pemerintahan kolonial Belanda tersebut. Sejak 2015, dia diutus lembaga Pondok Quran untuk mengajar mengaji (tahsin Alquran) para napi di sana.
’’Kalau imam, jadwal saya setiap Senin saja,’’ tutur pria 24 tahun tersebut.

Selain Pondok Quran, Lapas Sukamiskin mendatangkan guru ngaji dan imam dari lembaga dakwah Islam yang lain. Di antaranya, Sahabat Alquran dan Tarqi. Semua dari Bandung. Namun, porsi jam mengajar para ustad dari Pondok Quran paling banyak. Seminggu tiga kali: Senin, Selasa, dan Kamis. Hari lainnya dibagi lembaga lain.

’’Jadwalnya sudah terkoordinasi. Kami dapat jatah tiga hari seminggu,’’ papar Habibi.

Dia tidak sendirian. Ada tujuh ustad lain yang bergantian mengajar dan menjadi imam di Masjid Al Muslih. Mereka adalah Yayat Cahya Sumirat, 40; Zainudin, 24; Ali Muhammad, 26; Irham Umami, 24; Fauzan Kifahayat, 21; Abdul Azis, 24; dan Dede Rifki Arifandi, 22. Mereka sehari-hari menjadi guru di Pondok Quran.

Pembinaan rohani Islam dengan mengaji sejatinya sudah lama dijalankan di Sukamiskin. Namun baru tiga tahun ini terkoordinasi dengan baik. Terutama setelah pihak lapas mendatangkan para ustad dari lembaga-lembaga baca Alquran itu.

Pada 2014, napi yang berminat dengan kegiatan keagamaan tersebut hanya segelintir. Tidak sampai 10 orang. Namun, dalam perjalanan waktu, jumlahnya terus bertambah. Bahkan, tahun lalu jumlahnya naik drastis. Mencapai 200 napi. Terutama untuk kelas training atau kelas motivasi.

’’Yang gabung dengan kelompok baca Quran sekitar setengahnya,’’ ungkap Ustad Yayat Cahya Sumirat, kepala guru ngaji Pondok Quran.

Meski begitu, kegiatan tahsin di Lapas Sukamiskin tidak selalu berjalan lancar. Sebab, karakter napi berbeda-beda. Ada yang belum move on dari kasus yang menjeratnya dan menganggap penjara adalah ’’neraka’’
Tapi, ada pula yang benar-benar ingin bertobat dan banyak memanfaatkan waktu untuk beribadah selama di balik tembok lapas.

Latar belakang dan karakter napi yang berbeda-beda itulah yang membuat kegiatan di dalam lapas menjadi beragam. Misalnya, ada kelompok napi yang membentuk komunitas SukaQuran. Mereka merupakan warga binaan Sukamiskin yang berkhidmat dengan kegiatan seputar Alquran.

Hanya, di tubuh komunitas SukaQuran juga sering muncul perbedaan. Terutama soal pemahaman akidah Islam. Maklum, di Lapas Sukamiskin ada sejumlah napi yang memiliki wawasan keislaman yang kuat.

Contohnya, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, serta mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

Kondisi itulah yang kerap memunculkan riak kecil di kalangan para napi yang ingin hijrah. Meski begitu, para guru ngaji yang didatangkan dari luar lapas tidak begitu menggubrisnya. Mereka tetap menggelorakan pembelajaran Alquran kepada para napi yang ikut dalam kegiatan tahsin.

’’Tidak ada paksaan (ikut ngaji). Kalau ikut, ya alhamdulillah. Tidak juga nggak apa-apa,’’ timpal Habibi.

Tahsin biasanya digelar di hanggar lapas. Lokasinya tidak jauh dari pintu utama keluar masuk lapas. Kegiatan tersebut umumnya dilaksanakan seusai Duhur sampai menjelang Asar. Kadang juga mulai Asar hingga sebelum Magrib. Setelah ngaji bersama, acara lalu dilanjutkan dengan makan bareng. Sup kambing menjadi menu favorit anggota komunitas SukaQuran.

’’Kadang juga (ngaji) di saung, sekaligus untuk evaluasi,’’ kata Habibi.
Kegiatan ngaji paling ramai pada bulan Ramadan. Terutama pada 10 malam (iktikaf) terakhir bulan puasa. Dimulai pukul 21.00 sampai 03.00 atau saat masuk waktu sahur. Nah, pada momen itu, banyak napi korupsi yang melakukan perenungan diri di dalam masjid. Tak jarang yang kemudian menangis tersedu-sedu sambil tetap membaca Quran.

Namun, ketika didekati para guru ngaji, tidak ada yang mau menceritakan dengan detail penyesalan mereka atas perbuatan yang pernah mereka lakukan. ’’Mungkin mereka menyadari, ayat yang dibaca menegur mereka,’’ ungkap Habibi.

Bagaimana dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), apakah juga ikut mengaji? Sejauh ini, kata Habibi, Setnov belum rutin mengikuti kegiatan tersebut.

’’Pak Setnov di awal-awal (masuk lapas) saja. Pas masuk lapas, kebetulan saya yang ngimami. Dia sempat berpidato, ’Alhamdulillah, saya sudah masuk sini dan mudah-mudahan saya lebih baik lagi. Saya masuk ke lapas ini mungkin ditegur Allah’,’’ kenang Habibi.

Dari kegiatan belajar mengaji itu, banyak napi yang bisa membaca Quran dengan lancar. ’’Yang tadinya masuk lapas belum pernah pegang Quran, kini jadi pegang Quran,’’ ujarnya.

Bahkan, ada seorang napi yang mengaku sudah beberapa kali naik haji, tapi baru di Sukamiskin bisa membaca Alquran. Napi itu (yang bersangkutan tidak berkenan namanya disebutkan) dulu merupakan pejabat di Mahkamah Agung (MA).

’’Haji berkali-kali, umrah berkali-kali, tapi dia belum pernah pegang Alquran. Allah menegurnya hingga masuk Lapas Sukamiskin. Tapi, kemudian dia mau belajar baca Quran hingga bisa. Alhamdulillah,’’ kata Habibi.

Bagi Yayat dan Habibi, mengajar mengaji para napi korupsi sama dengan melakukan syiar kebaikan. Nah, kebaikan itulah yang meminimalkan kejahatan. Termasuk, praktik suap fasilitas dan pemberian izin keluar lapas yang baru-baru ini diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
’’Tugas kami berusaha memperbaiki akidah para napi. Sedangkan hidayah itu hanya datang dari Allah,’’ ujar Yayat mengenai masih adanya napi yang berani melakukan suap di dalam lapas.

’’Mudah-mudahan ini (tahsin di lapas) menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki akidah itu,’’ imbuh dia.

Menurut Yayat, tidak sedikit napi di Sukamiskin yang berhasil move on dari masa lalu mereka. Dia mencontohkan mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Sigit Pramono Asri yang rajin beribadah dan belajar Alquran. Bahkan, kini dia sudah hafal 7 juz. Sigit merupakan terpidana kasus suap yang melibatkan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Ada pula Didit Abdul Majid, terpidana korupsi pengadaan buku di Purworejo, yang juga getol mengikuti tahsin di lapas. Sigit maupun Didit kini juga menjadi imam di masjib lapas. Terutama untuk salat Isya dan Subuh.

Bagaimana kesan napi yang mengikuti kegiatan mengaji itu? Umumnya mereka mengaku ikut belajar membaca Alquran dan kegiatan rohani lainnya untuk memperbaiki diri. ’’Tidak semua napi di sini orang jahat,’’ tutur seorang napi yang enggan namanya disebutkan. (*/c5/ari)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam