Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Nenek Djadjia, Enggan Berangkat ke Tanah Suci Tanpa Anaknya

6b8dd0a0-7780-44b7-bf68-360f4e44b960

Oleh: H. Arifin
(PPIH Provinsi Sulteng)

“Ayo, Nek, kita sudah mau berangkat,” kalimat tersebut berulang kali disampaikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Balikpapan, tim dari Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) Embarkasi, dan rekan-rekan Jemaah Calon Haji (JCH) kepada Djadjia Polim Makuta (84 tahun), salah seorang jemaah asal Kabupaten Donggala.

Pada musim haji tahun ini, Nenek Djadjia memang sudah mendapat hak untuk berangkat menuju tanah suci, setelah mendaftar sebagai calon haji di Kabupaten Donggala pada 13 September 2011 lalu. Sedianya, wanita kelahiran Tangeban Kabupaten Banggai pada 13 September 1934 tersebut adalah salah seorang dari 1.989 JCH asal Sulteng tahun 1439 H/2018 M.

Bujukan-bujukan terus diluncurkan oleh beberapa pihak agar Djadjia untuk berangkat bersama-sama JCH lainnya menuju Jeddah Arab Saudi dari Embarkasi Balikpapan. Bahkan, PPIH Embarkasi turut meminta bantuan PPIH Provinsi Sulteng untuk ikut membujuk Nenek Djadjia untuk berangkat, karena pihak maskapai Garuda Indonesia segera meminta kepastian keberangkatan beliau.

Namun Nenek Djadjia bergeming, bujukan demi bujukan seolah tidak dihiraukannya. Hal itu bukan tanpa alasan, beliau hanya ingin berangkat menuju tanah suci jika anaknya yang bernama Sudarmi ikut berangkat bersamanya. Hal inilah yang menjadi masalah, karena Sudarmi belum terdaftar sebagai calon haji yang berhak berangkat tahun ini.

Sudarmi yang turut mengikuti Nenek Djadjia ke Balikpapan, bahkan ikut membujuk Djadjia untuk segera bersedia diberangkatkan, dengan salah seorang jemaah telah menyatakan diri siap mengurusnya di sana. Namun, semua ajakan itu hanya dibalas dengan senyum dan gelengan kepala, sebagai isyarat penolakan.

Secara medis, tim kesehatan di Embarkasi Balikpapan telah menyatakan kondisi kesehatan Nenek Djadjia tidak bermasalah. Hanya saja, sepertinya faktor usia lah yang mendorong Nenek Djadjia untuk mengurungkan niatnya menunaikan rukun Islam kelima tersebut, dan memang beliau sangat membutuhkan pendamping untuk mengurus kepentingan pribadinya saat beribadah di sana.

Akhirnya, Nenek Djadjia termasuk dalam sembilan orang JCH asal Sulteng yang ditunda keberangkatannya menuju tanah suci pada musim haji tahun ini.

Ibadah haji adalah panggilan Allah. Siapapun dia jika Allah telah berkehendak untuk memanggilnya menuju Baitullah, maka tak ada alasan yang menghalanginya. Tidak peduli kaya, miskin, tua, muda sehat maupun sakit, jika Allah telah menghendaki pasti akan terkabulkan. Demikian sebaliknya, tak ada upaya keras yang bisa berhasil jika hal tersebut bukan atas kehendak-Nya.

Kehendak Allah tidak serta merta diberikan kepada hamba-Nya, melainkan adanya doa dan ikhtiar dari seorang hamba atas hal yang diinginkan. Di balik cerita tertundanya keberangkatan Nenek Djadjia, kami mengajak kepada kita semua, untuk membuktikan kasih sayang kepada orang tua dengan mendaftarkan segera orang tua kita untuk berhaji, sepanjang mereka masih sehat atau kuat.

Semua umat muslim pasti mendambakan, memiliki kerinduan dan keinginan yang sama untuk berhaji. Jangan menunda-nunda lagi untuk didaftarkan, karena antrean pendaftaran memperoleh kesempatan berhaji saat ini cukup panjang. Selain itu, berhaji juga membutuhkan kesiapan fisik, mental, keuangan, dan kemampuan manasik yang cukup, agar rangkaian ibadah dapat dilaksanakan secara mandiri (tanpa ketergantungan dari orang lain). (***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital