Minggu, 30 Agustus 2026
Daerah  

Menuju Senayan, Dua Mantan Bupati dari Demokrat Bersaing Ketat

piet-ingkriwang online22

PALU EKSPRES, PALU– Mengakhiri masa jabatan sebagai kepala daerah, bukan berarti telah memupus hasrat untuk tetap berkiprah di dunia politik. Momentum pemilihan calon legislative 2019 menjadi jembatan untuk tetap menyalurkan hasarat politik bagi kepala daerah yang telah mengakhiri masa tugasnya.
Itu terlihat dari masuknya dua Bupati di Sulteng dalam bursa pencalonan anggota DPR RI di pileg 2019 dari daerah pemilihan (Dapil) Sulteng. Mereka itu adalah mantan Bupati Morowali Anwar Hafid dan mantan Bupati Poso Piet Inkiriwang. Kedua figure menyelesaikan masa baktinya selama dua periode di daerah yang dipimpinnya.

 

Menariknya, Anwar Hafid dan Piet Inkiriwang terdaftar sebagai bakal calon anggota DPR RI Dapil Sulteng dari Partai Demokrat. Artinya, dua mantan bupati ini, selain akan saling berkompetisi secara internal di Partai Demokrat, juga akan berkompetisi dengan sekitar 110 bakal caleg lainnya menuju Senayan. Piet Inkiriwang menyatakan tekadnya mencalonkan diri di Pileg 2019 setelah Verna Gladies Inkiriwang tidak lagi masuk di daftar caleg DPR RI Dapil Sulteng. Verna yang merupakan anak kandung Piet Inkiriwang ini beralih ke Dapil Sulawesi Utara dari Partai Demokrat.

Sekaitan dengan pencalonan dua mantan bupati itu, terlalu dini jika menjagokan dua kader Demokrat ini, bisa secara bersamaan melenggang mulus ke Senayan. Partai Demokrat di Sulteng belum pernah mengukir sejarah bisa mengirimkan dua wakilnya ke Senayan. Terlebih lagi jika mengacu pada ketatnya persaingan di Dapil Sulteng pada Pileg 2019 ini. Sebab, incumbent tentunya akan tetap menjaga peluangnya agar bisa lolos menuju Senayan. Para incumbent tersebut adalah H. Muhidin Hi. Said (Partai Golkar), Supratman Andi Agtas (Partai Gerindra), Ahmad Hi. Ali (Partai NasDem), H. Rendy Lamadjido (PDI-P) serta Sarifudding Sudding (Partai Hanura). Belum lagi nama-nama lainnya yang dinilai akan jadi lawan berat kedua mantan Bupati itu. Di antaranya, Rusdy Mastura (mantan walikota Palu dua periode), Hj. Nurmawati Dewi Bantilan (anggota DPD RI Dapil Sulteng), Ameliya Murad, Hendrik G. Lianto, dr Delis (anggota DPD RI Dapil Sulteng), Matindas J. Rumambi (Anggota DPRD Sulteng dari Dapil Kota Palu). Praktis, di atas kertas, ada 12 nama yang akan jadi saingan berat Anwar Hafid dan Piet Inkiriwang memperebutkan 7 jatah kursi Sulteng di DPR RI, tanpa mengecilkan tingkat popularitas dan elektabilitas para kandidat lainnya.
“Yang intens menggarap massanya hanya H. Muhidin Said dan Mat Ali (Ahmad Hi. Ali). Supratman Andi Agtas dan Rendy belum terlihat bgerakan sisstematisnya kecuali Supartman yang berharap dari Gubernur Longki untuk jadi vote gettersnya dan Rendy masih berharap pada kebesaran klan Lamadjido,” kata pengamat politik DR. Nur Alamsyah dihubungi Palu Ekspres, Kamis (9/8/2018).
“Artinya, jika gerakan mempertahankan suara yang dilihat dua orang pertama (H. Muhidin Said dan Supratman Andi Agtas) akan lebih menonjol,” tambahnya.

Namun dari sisi basis massa, figure Anwar hafid dan Piet Inkiriwang ini tentunya tak bisa diabaikan. Sebab, selama dua periode memimpin masing-masing daerahnya, kedua mantan bupati ini masih menyisakan pendukung loyalis serta basis massa fanatik. Namun, jika melihat dari masa akhir jabatan yang ditinggalkan oleh Anwar Hafid, relative masih terbilang ‘basah’ dibandingkan dengan akhir masa jabatan Piet Inkiriwang. Piet Inkiriwang mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Poso pada tanggal 31 Agustus 2015. Sementara Anwar Hafid mengakhiri masa kepemimpinannya di Kabupaten Morowali terhitung tanggal 25 Mei 2018, yang tentunya basis massa fanatiknya relatif masih terpelihara. Salah satu indikatornya, terlihat saat Pilkada Morowali 2018, Sarifuddin Hafid yang juga adik kandung Anwar Hafid menempati urutan kedua perolehan suara dari pasangan calon terpilih. Walau indicator itu belum mutlak bisa dijadikan patokan kekuatan riil basis massa Anwar Hafid.
Posisi Anwar Hafid sebagai Ketua DPD Partai Demokrat saat ini, juga menjadi pertimbangan keunggulan kekuatan politiknya dibanding Piet Inkiriwang. Anwar Hafid dinilai masih bisa secara leluasa menggerakkan kader dan simpatisan Partai Demokrat di setiap kabupaten/kota se Sulteng untuk dijadikan mesin pemenangan. Lain halnya bagi Piet Inkiriwang, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Poso ini, sudah tidak bisa lagi secara leluasa menggerakkan kader Partai Demokrat di DPC Poso, apatah lagi di DPC lainnya di Sulteng.
Namun bagi Nur Alamsyah yang juga akademisi Untad ini, ia lebih menilai jika terjadi head to head antara Anwar Hafid dengan Piet Inkiriwang, maka mantan Bupati Poso akan lebih unggul. Alasannya, Piet Inkiriwang akan menggerakkan pemenangan melalui politik aliran. “Nyatanya, ini berhasil saat Verna mencalonkan di Dapil Sulteng,” ujarnya.
Secara umum tambahnya, Dapil Sulteng untuk Pileg 2019 ini, politik aliran tidak terlalu signifikan untuk mendulang suara karena ada dr. Delis dan Matindas J. Rumambi. “Bisa jadi suara aliran itu terpecah terutama karena basis mereka sama di wilayah Mori dan Pamona serta sebagian Luwuk,” tutupnya.

(fit/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam