Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Menuju Senayan, Dua Mantan Bupati dari Demokrat Bersaing Ketat

piet-ingkriwang online22

PALU EKSPRES, PALU– Mengakhiri masa jabatan sebagai kepala daerah, bukan berarti telah memupus hasrat untuk tetap berkiprah di dunia politik. Momentum pemilihan calon legislative 2019 menjadi jembatan untuk tetap menyalurkan hasarat politik bagi kepala daerah yang telah mengakhiri masa tugasnya.
Itu terlihat dari masuknya dua Bupati di Sulteng dalam bursa pencalonan anggota DPR RI di pileg 2019 dari daerah pemilihan (Dapil) Sulteng. Mereka itu adalah mantan Bupati Morowali Anwar Hafid dan mantan Bupati Poso Piet Inkiriwang. Kedua figure menyelesaikan masa baktinya selama dua periode di daerah yang dipimpinnya.

 

Menariknya, Anwar Hafid dan Piet Inkiriwang terdaftar sebagai bakal calon anggota DPR RI Dapil Sulteng dari Partai Demokrat. Artinya, dua mantan bupati ini, selain akan saling berkompetisi secara internal di Partai Demokrat, juga akan berkompetisi dengan sekitar 110 bakal caleg lainnya menuju Senayan. Piet Inkiriwang menyatakan tekadnya mencalonkan diri di Pileg 2019 setelah Verna Gladies Inkiriwang tidak lagi masuk di daftar caleg DPR RI Dapil Sulteng. Verna yang merupakan anak kandung Piet Inkiriwang ini beralih ke Dapil Sulawesi Utara dari Partai Demokrat.

Sekaitan dengan pencalonan dua mantan bupati itu, terlalu dini jika menjagokan dua kader Demokrat ini, bisa secara bersamaan melenggang mulus ke Senayan. Partai Demokrat di Sulteng belum pernah mengukir sejarah bisa mengirimkan dua wakilnya ke Senayan. Terlebih lagi jika mengacu pada ketatnya persaingan di Dapil Sulteng pada Pileg 2019 ini. Sebab, incumbent tentunya akan tetap menjaga peluangnya agar bisa lolos menuju Senayan. Para incumbent tersebut adalah H. Muhidin Hi. Said (Partai Golkar), Supratman Andi Agtas (Partai Gerindra), Ahmad Hi. Ali (Partai NasDem), H. Rendy Lamadjido (PDI-P) serta Sarifudding Sudding (Partai Hanura). Belum lagi nama-nama lainnya yang dinilai akan jadi lawan berat kedua mantan Bupati itu. Di antaranya, Rusdy Mastura (mantan walikota Palu dua periode), Hj. Nurmawati Dewi Bantilan (anggota DPD RI Dapil Sulteng), Ameliya Murad, Hendrik G. Lianto, dr Delis (anggota DPD RI Dapil Sulteng), Matindas J. Rumambi (Anggota DPRD Sulteng dari Dapil Kota Palu). Praktis, di atas kertas, ada 12 nama yang akan jadi saingan berat Anwar Hafid dan Piet Inkiriwang memperebutkan 7 jatah kursi Sulteng di DPR RI, tanpa mengecilkan tingkat popularitas dan elektabilitas para kandidat lainnya.
“Yang intens menggarap massanya hanya H. Muhidin Said dan Mat Ali (Ahmad Hi. Ali). Supratman Andi Agtas dan Rendy belum terlihat bgerakan sisstematisnya kecuali Supartman yang berharap dari Gubernur Longki untuk jadi vote gettersnya dan Rendy masih berharap pada kebesaran klan Lamadjido,” kata pengamat politik DR. Nur Alamsyah dihubungi Palu Ekspres, Kamis (9/8/2018).
“Artinya, jika gerakan mempertahankan suara yang dilihat dua orang pertama (H. Muhidin Said dan Supratman Andi Agtas) akan lebih menonjol,” tambahnya.

Namun dari sisi basis massa, figure Anwar hafid dan Piet Inkiriwang ini tentunya tak bisa diabaikan. Sebab, selama dua periode memimpin masing-masing daerahnya, kedua mantan bupati ini masih menyisakan pendukung loyalis serta basis massa fanatik. Namun, jika melihat dari masa akhir jabatan yang ditinggalkan oleh Anwar Hafid, relative masih terbilang ‘basah’ dibandingkan dengan akhir masa jabatan Piet Inkiriwang. Piet Inkiriwang mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Poso pada tanggal 31 Agustus 2015. Sementara Anwar Hafid mengakhiri masa kepemimpinannya di Kabupaten Morowali terhitung tanggal 25 Mei 2018, yang tentunya basis massa fanatiknya relatif masih terpelihara. Salah satu indikatornya, terlihat saat Pilkada Morowali 2018, Sarifuddin Hafid yang juga adik kandung Anwar Hafid menempati urutan kedua perolehan suara dari pasangan calon terpilih. Walau indicator itu belum mutlak bisa dijadikan patokan kekuatan riil basis massa Anwar Hafid.
Posisi Anwar Hafid sebagai Ketua DPD Partai Demokrat saat ini, juga menjadi pertimbangan keunggulan kekuatan politiknya dibanding Piet Inkiriwang. Anwar Hafid dinilai masih bisa secara leluasa menggerakkan kader dan simpatisan Partai Demokrat di setiap kabupaten/kota se Sulteng untuk dijadikan mesin pemenangan. Lain halnya bagi Piet Inkiriwang, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Poso ini, sudah tidak bisa lagi secara leluasa menggerakkan kader Partai Demokrat di DPC Poso, apatah lagi di DPC lainnya di Sulteng.
Namun bagi Nur Alamsyah yang juga akademisi Untad ini, ia lebih menilai jika terjadi head to head antara Anwar Hafid dengan Piet Inkiriwang, maka mantan Bupati Poso akan lebih unggul. Alasannya, Piet Inkiriwang akan menggerakkan pemenangan melalui politik aliran. “Nyatanya, ini berhasil saat Verna mencalonkan di Dapil Sulteng,” ujarnya.
Secara umum tambahnya, Dapil Sulteng untuk Pileg 2019 ini, politik aliran tidak terlalu signifikan untuk mendulang suara karena ada dr. Delis dan Matindas J. Rumambi. “Bisa jadi suara aliran itu terpecah terutama karena basis mereka sama di wilayah Mori dan Pamona serta sebagian Luwuk,” tutupnya.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital