Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Ribuan Pasutri di Parimo Belum Miliki Buku Nikah

buku nikah online

PALU EKSPRES, PARIGI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong bekerjasama dengan Pengadilan Agama Parigi dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat, melaksanakan program kegiatan sidang isbat nikah terpadu bagi pasangan suami istri yang belum memiliki buku akta nikah, Rabu (15/8/2018) di gedung auditorium kantor Bupati.

Haris Rahim, kepala Bagian Kesra Setda Parimo, kepada Palu Ekspres menjelaskan, untuk tahun anggaran 2018 ini, pihaknya sudah melaksanakan sidang isbat nikah sebanyak 250 pasang suami istri (Pasutri), dari 250 pasang pasutri yang ikut nikah isbat. Mereka itu berasal dari Kecamatan Kasimbar 50 pasang. Kemudaian peserta yang ikut sidang isbat di Kecamatan Kasimbar itu meliputi, Kecamatan Tinombo Selatan dan Kecamatan Toribulu.
Kemudian sidang ke dua dilaksanakan di KUA Tomini, Mepanga, dan ke tiga di Kecamatan Taopa, Bolano, dan Moutong. Ketiga sidang isbat nikah tersebut, melibatkan masing-masing 50 pasang.

“Jadi tiga kali dilaksanakan sidang di wilayah utara masing-masing melibatkan 50 pasang pesertanya, dan Alhamdulillah hari ini sidang nikah isbat keempat atau yang terakhir di kecamatan parigi dan eks kecamatan parigi dengan peserta 100 pasang, berarti di sini lima kecamatan yang bergabung,”jelasnya.

Menurut dia, sidang nikah isbat ini adalah sidang nikah terpadu. Artinya, ada keterpaduan tiga instansi yaitu, Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil), Kementerian Agama, serta Pengadilan Agama Parigi.’’ Jadi pelaksanaan ini dasarnya adalah adanya MoU antara ke tiga instansi tersebut,”ujarnya.
Sehingga, penertiban buku akta nikah nantinya, setelah penetapan melalui Pengadilan agama, kemudian diserahkan ke kantor kementerian agama, selanjutnya ke KUA setempat. Sebab yang mencetak buku akta nikah ini adalah bukan di Pengadilan Agama, tetapi dikembalikan ke KUA masing-masing.
Lanjut dia, kewenangan pendataan untuk usulan mendapatkan buku akta nikah itu adalah pihak KUA setempat, bukan data dari desa bersangkutan karena yang mengetahui masyarakat belum memilki buku akta nikah itu adalah pihak KUA itu sendiri.
“Untuk data sementara yang kami miliki sekarang itu data yang bersumber dari KUA melalui Kementerian Agama, dan sekarang ini yang belum mempunyai buku akta nikah itu kurang lebih 2.865 pasang. Itupun masih data sementara karena masih ada kecamatan yang belum memasukkan datanya,”terang Haris.
Ketika ditanya soal berapa anggaran yang digunakan setiap tahunnya dalam kegiatan sidang nikah isbat itu. Ia mengaku tidak mengetahui persis hal itu. Namun yang pastinya, anggaran tahun ini kata dia, diperuntukkan sesuai dengan jumlah peserta yang ada yakni, 250 pasang. Karena kegiatan ini berdasarkan Peraturan Mahkama Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2015 bahwa anggaran pelaksanaan sidang nikah isbat terpadu, bisa melekat pada APBN, APBD tingkat 1, dan APBD Kabupaten/Kota.

(asw/palu ekspres).

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization