Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Batu Gajah di Sigi Mulai Diburu Pengusaha

PALU EKSPRES, SIGI – Saat ini, Pemerimtah Kabupaten (Pemkab) Sigi tengah gencar-
gencarnya melakukan pengawasan bagi perusahan galian C yang melakukan
pengoperasian di wilayah Sigi. Bahkan, ada beberapa perusahan galian C
yang beroperasi di Sigi telah diberhentikan.

“Berdasarkan hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan oleh DPRD Sigi
bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sigi, ada dua perusahan galian C
yang diberhentikan sementara pengoperasiannya,” jelas Wakil Ketua DPRD
Sigi, Jamaludin L Nusu kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).

Pemberhentian pengoperasian tersebut, katanya, karena perusahan galian C
yang bersangkutan diduga tidak memiliki izin pengoperasian yang sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Saat ini pun, dinas terkait tengah melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kedua perusahan tersebut.

Dia menambahkan, bahwa rapat dengar pendapat yang dilakukan beberapa waktu lalu, selain membahas dua perusahan galian C yang amdal pengoperasiannya dipertanyakan, pihaknya bersama dinas terkait juga membahas mengenai fenomena mulai maraknya perusahan yang mencoba masuk ke Sigi untuk mengelola Batu Gaja (Amor).
“Namun untuk saat ini, Pemkab Sigi masih mewarning perusahan-perusahan yang masuk ke Sigi untuk melakukan pengoperasian Batu Gajah tersebut, sebelum memperoleh izin
yang sesuai dengan ketentuan. Dan di Sigi sendiri, alhamdulilah belum ada aktifitas perusahan yang melakukan pengelolaan batu yang digadang- gadang memiliki nilai jual yang cukup fantastik,” tuturnya.

Ia menegaskan, karena letak batu gajah banyak yang berada di pegunungan dan kaki gunung, dikhawatirkan bisa merusak keleatarian alam apabila dilakukan eksplorasi.

“Bisa longsor dan berdampak pada keamanan di permukiman warga. Selain itu, batu gajah itu juga merupakan penahan terjadinya longsor di wilayah Sigi. Meski ada izin dari pemerimtah provinsi, akan tetapi ada juga semacam pertimbangan dari Pemkab Sigi, dalam hal ini DLH Sigi berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Jadi kesimpulannya, perusahaan galian C yakni pengolahan batu gajah di Sigi masih diwarning,” pungkasnya.

(mg2/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital