PALU EKSPRES, JAKARTA– Genre musik hip hop mulai bangkit di Indonesia.
Mulai dari kemunculan rapper muda seperti Ramengvrl, Matter Mos,
kolektif hip hop Onar sampai Rich Brian yang berhasil go international .
Hal itu kemudian mendasari komunitas All Day Music untuk membuat kontes
rap perdana bertajuk Beef Rap Battle .
Komunitas yang digagas oleh Ben Utomo dan Eitaro itu yang ingin memantik
regenerasi rapper dan tak ingin musik hip hop timbul tenggelam. Tak
tanggung-tanggung, hadiah sebesar Rp 100 juta akan diberikan pada
pemenang.
“Dulu Iwa K muncul kemudian hilang. 10 tahun kemudian muncul Saykoji
jadi hilang lagi dan setelah itu muncul Young Lex. Gue nggak mau rapper
hilang kemudian nunggu RSS-tahun baru ada lagi,” kata Ben dalam jumpa
media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/9) malam.
Rapper Iwa K, Saykoji dan Laze pun dipilih sebagai juri Beef Rap Battle
yang berlangsung sejak bulan Juli 2018. Nantinya, mereka juga menjadi
narasumber pelatih di babak 16 besar.
“Iwa menjadi narasumber untuk melatih tentang pembentukan karakter
seorang rapper. Saykoji menyelenggarakan tentang industri musik
Indonesia dan Laze workshop tentang lirik,” lanjut Ben.
Tak dinyana, antusias masyarakat terhadap lomba rap ini cukup besar.
Sebanyak kurang lebih 1,200 peerta berasal dari berbagai daerah di
Indonesia. Saat ini, setelah melalui rangkaian, akan ada empat
kesempatan yang akan bertarung di babak semifinal.
“Final akan digelar bulan Oktober, tanggal belum kami tentukan. Final
akan digelarakan semua episode dokumentasi Beef Rap Battle diunggah ke
kanal YouTube kami,” timpal Eitaro.
Dalam kesempatan yang sama, Iwa juga menjelaskan hip hop yang bertumbuh
ketika dibandingkan dengan tahun 1990-an, saat dia mulai berkarya.
Menurut Iwa, kemampuan dan pengetahuan kaum milenial soal musik lebih
luas karena mudah mencari referensi.
“Dulu dari 10 peserta yang bagus cuma dua. Sekarang, dari 10 peserta
yang bagus ada enam. Anak-anak sekarang lebih ngulik,” kata Iwa berbagi
pengalaman penjuriannya.
Iwa K, Saykoji, dan Laze pun dikenal dengan gaya mereka masing-masing
dalam musik Rap. Selain hadiah dalam bentuk uang, ketiga Juri tersebut
kemudian akan memberikan mentoring pribadi dengan pemenang terpilih.
“Ngerap itu bukan asal ngerocos, tapi bercerita , bercerita tentang
hal-hal yang relevan sama kehidupan kita. Di sini, loe punya acara untuk
membuktikan kemampuan,” pungkas Saykoji.
(yln / JPC)






