Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Puluhan Warga Muara Meninggal Akibat Gempa dan Tsunami

IMG-20181026-WA0045

PALU EKSPRES, DONGGALA- Sebanyak 31 unit rumah di Muara, RT 03 RW 04 Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala ambles ke dasar laut dihantam gempa dan tsunami, Jumat (28/9/2018).

Kompleks bioskop Muara dan bekas pasar tua itu sebagian hilang tanpa bekas bersama puluhan penghuninya. Hingga kini sebanyak 12 orang warga di wilayah itu belum ditemukan.

Ketua RT, Andi Gofal menyebutkan, gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 yang terjadi Jumat sore, mengakibatkan kerusakan yang sangat parah di pesisir kota Donggala khususnya di Muara.

Dari data yang dihimpunnya, sebanyak 22 warganya meninggal dunia. 19 diantaranya adalah anak-anak. Termasuk salah seorang cucunya bernama Andi Alfa Theo.

“Cucu saya meninggal terseret ombak. Sampai saat ini yang belum ditemukan 6 orang dewasa dan 6 orang anak-anak. Sementara yang luka-luka ada 8 orang,” ujarnya, Jumat 26 Oktober 2018.

Gofal mengatakan, saat kejadian ia berada tak jauh dari rumahnya. Ia mengaku panik, karena saat gempa dan tsunami terjadi, keluarganya berada di dalam rumah.

“Saya lihat air laut naik sampai dibawah jembatan. Saya panik, saat air laut turun langsung menyapu rumah kami,” ungkap Gofal.

Sementara itu salah satu korban yang selamat, Andi Rynaldi mengatakan, putranya meninggal dunia karena terlepas dari pengangan ibunya. Putranya langsung terseret ombak.

Ia mengaku sore itu ia hendak membeli pulsa. Diatas motor ia merasakan goyangan yang sangat keras. Ia melihat bangunan bioskop Muara rubuh dan menghalangi jalan menuju rumahnya.

“Saya lihat bangunan bioskop Muara rubuh. Saya turun dari motor lalu menaiki reruntuhan bangunan bisokop yang menghalangi jalan. Saya lihat rumah kami sudah tidak ada. Istri dan anak saya sempat terseret ombak. Istri saya selamat, tapi anak saya meninggal dunia,” tutur Rynaldi.

Saat ini, ia dan warga muara lainnya masih berada ditempat pengungsian. Menurutnya, belum ada bantuan dari Pemda Donggala untuk warga muara yang menjadi korban.

“Yang ada sekarang baru bantuan dari luar yang diserahkan oleh Lurah Boya. Kami mendapatkan bantuan hunian sementara (Huntara) ini saja dari LSM asal Malaysia. Dari Pemda Donggala sendiri belum ada. Pernah pak gubernur dan bupati datang berkunjung. Kami disuruh bersabar,” tutupnya.(cr3/Palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital