Sabtu, 8 Agustus 2026

Tingkatkan Daya Saing, Perlu Sertifikat Kompetensi

IMG-20181109-WA0050-1-1

PALU EKSPRES, PALU – Untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di dunia internasional, dinilai salah satu langkahnya adalah memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM), dengan menghasilkan lulusan-lulusan lembaga pendidikan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi di bidang keahliannya masing-masing. Menurut Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) RI, Prof. H. Mohamad Nasir, hal ini menjadi bagian dari higher education and training atau pendidikan tinggi dan pelatihan, sebagai salah satu perkara penting untuk terus meningkatkan daya saing global. “Untuk itu lulusan dari perguruan tinggi tidak cukup hanya mendapatkan ijazah saja, tetapi diharapkan juga mendapatkan sertifikat kompetensi pada bidangnya masing-masing. Bagi lulusan guru mendapatkan sertifikat guru, lulusan akuntansi mendapatkan sertifikat akuntan, lulusan teknik mendapatkan sertifikat keinsinyuran. Ini menjadi hal yang sangat penting di masa yang akan datang,” kata Nasir, saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Tadulako (Untad), Kamis 8 November 2018. Sertifikat kompetensi yang dimaksud, lanjut Nasir, nantinya akan melibatkan profesi dan diuji setelah menerima ijazah. Dalam proses tersebut, pihak kampus juga akan turut bekerja sama. “Itu yang kami harapkan ke depan, sertifikat kompetensi itu melibatkan profesi. Bukan pada saat sekolah, tapi setelah selesai baru dia lakukan uji sertifikat kompetensi. Yang melakukan adalah profesi, kampus bekerja sama,” ujarnya. Nasir mengungkapkan, dalam Global Competitiveness Index, World Economic Forum menyampaikan ranking daya saing Indonesia menduduki peringkat ke-36 dari 137 negara. Peringkat ini masih berada di bawah Malaysia, Singapura dan Thailand. Hal ini, tegas Nasir, harus menjadi cambuk yang mendorong Indonesia untuk terus meningkatkan daya saingnya, dengan memerhatikan masalah higher education and training, yang selanjutnya diikuti dengan peningkatan technology readiness level serta riset dan inovasi. Pada kesempatan tersebut, Nasir juga berpesan khusus kepada Untad, untuk terus meningkatkan diri, salah satunya dengan membangun jaringan teknologi informasi dengan baik, serta memanfaatkan revolusi industry 4.0 sebagai lompatan-lompatan menuju perkembangan yang lebih maju. Nantinya diharapkan langkah tersebut dapat menghasilkan orang-orang yang mampu melakukan perubahan dengan cepat. “Sehingga ke depan kampus tidak bergantung pada fasilitas kampus yang ada, tetapi bergantung pada infrastruktur teknologi informasi yang dibangun oleh perguruan tinggi, yang nantinya bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas, serta menghasilkan inovasi-inovasi yang berkualitas,” tuturnya.
(abr/Palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital