Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Ada Indikasi Jual Beli Proyek Huntara

PALU EKSPRES, PALU– Pengusaha lokal mulai mengendus ada indikasi jual beli proyek hunian sementara (huntara) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Jual beli proyek huntara dilakukan oleh oknum pengusaha lokal kepada rekannya karena faktor kedekatan atau koneksi tertentu.

Indikasi jual beli ini diungkapkan oleh Abubakar Hafid, Koordinator Lembaga Gerakan Masyarakat Pemerhati dan Pelanjut Amanah Kota Palu.

Menurut Abu, ada beberapa indikasi yang mengarah ke dugaan jual beli proyek huntara. Salah satunya adalah, keterlibatan pengusaha lokal yang mensubkontrak proyek proyek huntara tidak mengantongi dokumen kontrak. Pengusaha lokal yang terlibat subkontrak proyek juga tidak mengetahui harga satuan dan jumlah unit yang dikerjakan.

”Dari model kerja seperti ini sudah kuat indikasi ada transaksi jual beli. Bagaimana bisa pengusaha bekerja tanpa dokumen kontrak. Tanpa nilai proyek dan lain lain,” tanya Abu. Dari data yang dikumpulkannya, pengusaha lokal itu hanya mengantongi surat perintah mulai kerja atau yang disebut SPMK. ”Ini menyalahi aturan main,” katanya.

Indikasi berikutnya adalah, para subkontraktor diminta mengajukan penawaran kepada kontraktor utama dalam hal ini BUMN. Padahal dalam proyek ini tidk ada pekerjaan minor. Atau pekerjaan spesifik yang hanya bisa dilaksanakan kontraktor utama.

Karena itu, ia meminta agar pengelolaan proyek huntara harus transparan. Jangan ada oknum yang memanfaatkan asosiasi pengusaha untuk mendapatkan proyek secara tidak fair.

Momentum ini ungkap dia, hendaknya menjadi momen bagi asosiasi pengusaha, untuk memberdayakan anggotanya. Pascabencana kata dia, banyak pengusaha lokal yang usahanya kolaps karena tertimpa bencana.

”Mestinya ketika ada pekerjaan dalam jumlah besar seperti saat ini, pengusaha lokal harus diberdayakan. Di belakang mereka tak hanya keluarga. Tapi juga ada karyawan kantor dan buruh yang harus dihidupi,” ungkap mantan pengurus HIPMI Sulteng ini.

Jika pengusaha kecil bergairah, karyawannya menerima gaji maka transaksi di masyarakat akan dinamis. Karena itu ia meminta, agar dominasi BUMN dikurangi. Toh kata dia, pekerjaan huntara bukan pekerjaan yang padat teknologi sehingga harus membutuhkan perusahaan milik negara untuk terlibat di dalamnya.

Karenanya ia meminta, semua pimpinan asosiasi berembuk, menyatukan persepsi agar pengusaha kecil ikut ambil bagian dalam proyek yang berlangsung di daerahnya itu.
Kepada pemerintah dalam hal ini, Gubernur Sulteng diminta dapat mengomunikasikan masalah ini ke pemerintah pusat. Dalam hal ini, Kementerian PU PERA dan Kemeneg BUMN. Ini sesuai dengan pasal 6 UU jasa konstruksi nomor 2/2017 poin A dan E. Terakhir ungkap Abu, jika keterlibatan BUMN, dianggap penting dan perlu maka, sebaiknya tetap menyertakan pengusaha lokal. Jika pengusaha lokal dilbatkan maka hasilnya hampir dipastikan akan digunakan untuk investasi kembali di sini. Daripada dikerjakan badan usaha dari luar, uangnya tidak bisa dinikmati oleh warga Palu, Sigi dan Donggala.

(kia/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital