Senin, 10 Agustus 2026

Malaysia Main Serobot, Singapura Naik Pitam

PALU EKSPRES, SINGAPURA – Hubungan Singapura dengan Malaysia menegang. Perselisihan soal batas wilayah perairan dua negara kian panas. Singapura yang merasa batas wilayahnya dilanggar masih terus berusaha menghalau Malaysia dari sekitar Pelabuhan Tuas. Tetapi, Malaysia bergeming.

“Singapura adalah bangsa yang cinta damai. Tetapi, sebaiknya para pelanggar perbatasan segera meninggalkan wilayah kedaulatan kami,” tegas Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen sebagaimana dilansir The Straits Times kemarin, Jumat (7/12/2018).

Menurut dia, memasuki wilayah negara lain tanpa izin adalah pelanggaran berat. Dan, Singapura tidak akan tinggal diam.

Selama hampir dua dekade wilayah maritim yang diterobos kapal Malaysia itu berada di bawah kendali Singapura. Sejak 1999, Angkatan Laut (AL) Negeri Singa berpatroli di sana.

Mereka juga menindak kapal asing yang memasuki wilayah sekitar Pelabuhan Tuas. “Sekarang tiba-tiba kapal Malaysia mengklaim wilayah itu milik mereka,” keluh Ng.

Sehari sebelumnya Menteri Transportasi Khaw Boon Wan menjelaskan posisi Singapura di perbatasan laut dua negara itu. Pelabuhan Tuas yang berada di perbatasan Singapura dan Malaysia kini punya wilayah yang lebih luas. Yakni, sampai wilayah paling timur yang berbatasan langsung dengan area maritim Pelabuhan Johor Bahru milik Malaysia.

Khaw menegaskan bahwa sengketa batas wilayah perairan itu memang sudah berlangsung lama. Hingga saat ini, Singapura menyatakan selalu berusaha menyelesaikan masalah itu secara baik-baik. Sayangnya, Malaysia tidak pernah menanggapi upaya tersebut.

“Sewaktu PM Mahathir Mohammad berkunjung pada November lalu, kami sudah mengungkit masalah tersebut. Tetapi, sikap mereka tetap tidak berubah,” kata Khaw sebagaimana dikutip Channel News Asia.

Kamis (6/12) Mahathir menanggapi keluhan Singapura itu. Dia menegaskan bahwa perluasan yang Malaysia lakukan tidak melanggar aturan internasional. Sebab, perluasan area pelabuhan itu terjadi di dalam wilayah sendiri.

Sementara itu, Malaysia bakal menghadapi dua unjuk rasa besar akhir pekan ini. Yang satu adalah parade peringatan Hari HAM Internasional. Sedangkan yang kedua demo anti-International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD).

Untuk menghindari bentrokan dua kubu, aparat lantas menunda pelaksanaan parade HAM Internasional hingga besok (9/12).

Terkait hal itu dan ketegangan yang sedang menyelimuti dua negara, Singapura lantas menerbitkan imbauan tidak bepergian untuk warganya. Kementerian Luar Negeri menyarankan warganya tidak mengunjungi Kuala Lumpur akhir pekan ini. Mereka khawatir warganya menjadi sasaran unjuk rasa.

“Jika tak punya kepentingan genting, lebih baik tunda rencana kunjungan. Mereka yang sedang berada di sana dimohon segera melaporkan identitas diri ke Kedutaan Besar Singapura.” Demikian bunyi imbauan resmi Singapura.

(bil/c4/hep)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization