Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

KUA di Sulteng Bertambah 50 Lembaga

PALU EKSPRES, PALU – Kantor Urusan Agama (KUA) di Provinsi Sulteng dalam kurun waktu dua tahun belakangan bertambah 50 lembaga. Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Muh. Ramli menyebut, dengan penambahan tersebut total KUA di Sulteng saat ini berjumlah 164 lembaga.

“Pada tahun 2017 bertambah 10 dan tahun 2018 bertambah 40 lembaga KUA baru dari daerah-daerah pemekaran. Jadi, yang tadinya berjumlah 114 sekarang sudah 164 lembaga KUA di Sulteng,” kata Ramli, saat dihubungi, Sabtu 5 Januari 2018.

Namun diungkapkannya, penambahan tersebut tidak serta merta dibarengi dengan pengisian jabatan Kepala KUA. Karena diakuinya saat ini di Sulteng masih mengalami kendala sumber daya manusia, yakni terbatasnya jumlah penghulu.
“Ini karena syarat menjadi Kepala KUA adalah harus penghulu. Yang diberikan tugas oleh negara untuk mencatat pernikahan itu adalah penghulu, dan sekaligus apabila wali nikah menyerahkan perwaliannya, maka yang berhak adalah penghulu,” jelasnya.

Ramli melanjutkan, untuk mengisi keterbatasan jumlah penghulu tersebut, pihaknya sudah menerapkan sistem inpassing pegawai. Yakni dengan mengikutkan beberapa pegawai dalam diklat dan uji kompetensi penghulu. Setelahnya, para pegawai tersebut diberikan Surat Keputusan (SK) sebagai penghulu.
“Itu sudah kurang lebih 80 orang se-Sulteng yang dilatih secara bertahap pada tahun 2018. Masih ada KUA yang belum terisi, tapi jumlahnya tidak seberapa,” imbuhnya.

Selain itu, Ramli menambahkan pada tahun 2019 ini pihaknya juga akan fokus pada proses pembenahan infrastruktur KUA. Hal ini menurutnya, berdasarkan analisis kebutuhan KUA di Provinsi Sulteng.
“Kami fokus itu karena kebutuhannya di situ, karena memang perencanaan kita berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan,” tandasnya.

(abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital