Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

PILEG 2019: Berkarakter Milenial Lebih Berpeluang

Oleh Dr Hasanuddin Atjo*

DUNIA kini diisi oleh tiga generasi yaitu generasi X lahir kurang dari tahun 1980; generasi Y atau milenial lahir antara 1980 – 2004 dan generasi Z lahir setelah tahun 2004. Berbagai pendapat tentang rentang waktu klasifikasi generasi itu, namun yang jelas bahwa milenial lebih berhubungan dengan era dimulainya sistem internet sekitar akhir tahun 90-an dan awal 2000-an.

Berdasarkan karakternya generasi X lebih cenderung konservatif, prosedural dan gagap teknologi, sedangkan generasi Y berkecenderungan lebih demokrat, fleksibel dan melek teknologi terutama terkait dengan teknologi digital.

Bakal Calon Legislatif (bacaleg) 2019 diikuti oleh generasi X dan Y yang akan dihelat 17 April 2019. Kini semua disibukkan dengan sosialisasi dari cara konvensional “door to door” sampai ke cara yang lebih modern seperti media cetak, reklame dan media sosial.

Karakter Milenial

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum, KPU pusat bahwa daftar pemilih tetap, DPT 2019 didominasi oleh generasi milenial yaitu sebesar 54,39 persen berbanding non melenial 45,61 persen.

Detail klasifikasi DPT itu adalah usia < 20 tahun sebanyak 17.501.278 orang; 21 – 30 tahun sebanyak 42.843.792 orang; 31 – 40 tahun 43.407.156; 41 – 50 tahun 37.525.537 orang; 51-60 tahun 26.890.997 orang dan usia > 60 tahun sebanyak 22.601.569 orang.

Dari dua generasi ini, maka ada yang disebut generasi intercept ( irisan) yang terdiri atas dua kelompok yaitu pertama umur biologisnya tidak lagi mudah (generasi X) namun karakternya mengikuti milenial (generasi Y ), dan kedua umur biologisnya milenial namun karakternya mengikuti non milenial (generasi X). Prosentase generasi intercept ini relatif kecil, namun harus dikelola sebagai sebuah potensi untuk kepentingan yang lebih baik.

Figur yang Diinginkan

Dari survey kecil yang dilakukan melalui media Google Form memberikan informasi bahwa generasi milenial menginginkan figur yang update, adaptif, inovatif, tegas dan demokratis. Ini bermakna bahwa usia bukan lagi menjadi pembeda, tetapi karakter atau gaya berpikir dan bertindak menjadi salah satu faktor penentu kemenangan.

Update dan adaptif lebih kepada orientasi tuntutan kekinian seperti kemampuan menyesuaikan terhadap perubahan-perubahan yang begitu cepat yang menjadi ciri kelompok dominan yaitu generasi Y dan Z; inovatif lebih kepada berpikir cerdas, cepat serta bertindak tepat dan efisien menggunakan sejumlah instrumen terkini; sedangkan tegas dan demokratis lebih terkait dengan kepemimpinan.

Berdasarkan data dan informasi yang telah dikemukakan, maka bacaleg dalam pileg 2019 sudah dapat menyusun skenario dan strategi agar dapat memenangkan pertandingan. Cara-cara lama tentunya sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan kebutuhan. Generasi intercept khususnya kelompok usia milenial tapi karakter non milenial juga sudah harus menyesuaikan agar yang terpilih adalah yang terbaik demi sebuah perubahan dan kemajuan. 

*Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital