Sabtu, 12 September 2026

Penjualan Ruko Disepakati Dalam RUPS

BERI KLARIFIKASI – Jajaran Direksi PT CNE saat menjelaskan soal kisruh aset CNE di Komisi B DPRD Kota, Selasa 4 September 2016. Tampak Dirut PT CNE, Karman Karim membeberkan dokumen aset Mal Tatura Palu kepada anggota Komisi B. (HUMAS DPRD KOTA)

Karman: Yang Dijual Bukan Aset Pemkot, Tapi Aset CNE
PALU,PE – Direktur Utama PT Citra Nuansa Elok (CNE) Pemilik Mal Tatura Palu (MTP), Karman Karim akhirnya buka suara di hadapan jajaran Komisi B DPRD Kota Palu terkait aset MTP, Selasa 4 Oktober 2016. Karman yang membawa serta jajaran direksinya yang lain, Direktur Operasional, Rony Hasan, Direktur Administrasi dan Keuangan, Lucky dan Manager Keuangan serta General Manager MTP, memberikan penjelasan  kepada para wakil rakyat. Ia mengawalinya dengan membeberkan terlebih dulu soal kondisi awal MTP saat berdiri.

Karman menjelaskan, saat dirinya dipinang pemkot untuk mengelola CNE, kondisi mal yang berdiri pada 2006 silam itu sangat kritis. Hampir kolaps karena terlilit utang. Baik utang pada perbankan  maupun pada mitra lainnya. Utang mal Tatura saat itu sekira Rp56,6 miliar.  Utang itu terdiri atas utang pada bank sebesar Rp32 miliar dan  pihak ketiga Rp24 miliar. Belum lagi kerugian yang dialami Mal Tatura setiap bulannya sebesar Rp350 juta hingga Rp500 juta.

Saham awal PT CNE yang semula merupakan milik  swasta, Hidayat dan Supratman Andi Agtas sambung Karman sempat diobral murah ke pengusaha dari Jakarta, PT Bella. Dalam perjalanannya, PT Bella yang sempat uji coba mengelola CNE selama sepuluh bulan akhirnya pelan-pelan memilih mundur karena tak mampu mengelola mal tersebut.

PT Bella berdalih, dapat mengelola mal itu bila seluruh saham dijual. Namun harus dijual dengan harga murah. Pertimbangannya karena pertimbangan utang yang melekat pada PT CNE. Karman kemudian menjelaskan, melihat kondisi MTP yang mati segan hidup tak mau  kala itu, mantan pengacara ini putar haluan menjaminkan aset pribadinya senilai sekira Rp10 miliar pada salah satu tenant di dalam MTP, yakni Ramayana.

‘’Ramayana mau bayar kontrakkan untuk lima tahun kepada CNE dengan catatan kasih jaminan yang senilai Rp10 M. Jaminan apa yang bisa kami beri? Sementara CNE masih berutang pada bank dan swasta? Saya akhirnya menyerahkan aset kami senilai Rp10 miliar,” terangnya.
Ketika keputusan itu dilakukan, Karman mengatakan dirinya sangat menyadari sindiran dan cemoohan orang-orang terkait keputusannya itu.

‘’Ada yang bilang untuk apa saya berkorban. Tapi saya bilang saya tidak berkorban. Saya mencoba menyelamatkan Mal Tatura sebagaimana kepercayaan yang sudah diberikan ke saya,” ujarnya dihadapan hearing yang dipimpin Ketua Komisi B, Thompa Yotokodi.
Dalam perjalannya sejak saat itu, secara perlahan, MTP akhirnya sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Bahkan selama tiga tahun berturut-turut meski masih memiliki tanggungan utang yang belum lunas, namun MTP pada 2011, 2012 dan 2013 sudah dapat memberikan deviden kepada kas daerah sebagai PAD.

Masing-masing sebesar Rp600 juta pada 2011, Rp750 juta pada 2012 dan Rp1,1 miliar pada 2013.Namun, karena masuk dalam BUMD dengan aset mencapai Rp144 miliar, oleh BPK yang rutin secara tahunan memeriksa MTP, melarang MTP untuk menyetor pada kas daerah. Alasannya karena masih berutang.

Kini pihaknya telah menyelesaikan tunggakan utang lebih cepat dari deadline 2017 mendatang. Bahkan PT CNE kata Karman sudah bisa menyetor ke kas daerah. Meski penyetoran itu kata dia melanggar aturan PT karena belum mendapat persetujuan dari RUPS.
‘’Tapi saya sekali lagi melanggar itu, karena saya tidak ingin ini menjadi keributan di luar sana. Yang mempertanyakan kenapa sudah bebas utang namun belum menyetor ke kas daerah?,” terangnya.

Mengenai tudingan Tim Pendamping bahwa sebagian aset pemkot yang terdapat di mal tersebut telah dijual ke pihak ketiga, Karman meluruskannya. Kata Karman, secara hukum, CNE bukan pengelola melainkan pemilik dari Mal Tatura Palu. Karman pun  meluruskan pemahaman masyarakat luas  yang menyebut CNE adalah pengelola MTP. Sebenarnya, status CNE adalah pemilik sah MTP. ‘’Karena CNE itu milik pemkot. Kalau  pengelola, berarti perusahaannya dari luar atau pinjam orang punya kemudian ada bagi hasil. Ini tidak. PT CNE itu milik pemkot,” terangnya.

Dia tak menampik bila ada ruko yang terjual. Namun, kebijakan menjual Ruko itu kata dia merupakan kesepakatan dalam RUPS seluruh pemegang saham dalam hal ini yang ditandatangani oleh walikota dan Ketua DPRD Kota Palu. Dan, itu merupakan bagian dari bidang usaha yang dikembangkan CNE. ‘’CNE ini jualannya kan property. Ada bangun ruko, ada jual ada pula disewakan. Kalau ingin mempertanyakan soal kenapa itu dijual tanyalah ke pemegam saham. Itu tercatat oleh notaris,” terangnya.
Namun, hasil penjualan itu jelas pencatatan dan penggunaannya. Hasil penjualan itulah yang dikelola untuk menghidupkan MTP hingga saat ini.

Karman mengatakan, dia tak mau berbalas pantun yang mengatasnamakan Tim Pendamping melalui media. Karena itu kata dia justru hanya akan memperkeruh suasana. ‘’Karena ini bicara PT. Kalau saya salah dalam mengelola MTP tentu setiap laporan kerja saya dalam RUPS pasti ditolak. Namun, ini selalu diterima. Kinerja dan laporan keuangan dalam mengelola MTP selalu diterima,” terangnya.
Karman pun menjelaskan, bahwa tudingan yang berkembang selama ini, karena kurangnya pemahaman terkait keberadaan mal tersebut. ‘’Makanya saya hanya mau menjelaskannya di hadapan DPRD agar ini jelas. Saya tidak mau menjawabnya di media,” terangnya.(mrs)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam