Minggu, 9 Agustus 2026

Indoktrinasi Pancasila Sudah Tak Efektif Buat Generasi Milenial

PALU EKSPRES, JAKARTA– Kemajuan Indonesia saat ini hingga beberapa dekade ke depan sangat bergantung kepada penduduk usia muda atau millenial yang saat ini jumlahnya sudah lebih dari 90 juta jiwa.

Generasi milenial inilah yang akan menjadi tumpuan berhasil tidaknya bangsa ini menjadi salah satu negera terkemuka di dunia di masa mendatang.

Generasi milenial inilah juga yang akan menjadi penjaga utama nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan jalan hidup bagi bangsa ini untuk tetap bersatu dan meraih kemajuan.

Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris menuturkan, sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dengan kemajuan dan kecepatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, generasi milenial ebih kritis terhadap berbagai fenomena sosial.

Oleh karena itu, pengenalan dan pemahaman nilai-nilai Pancasila kepada mereka harus dilakukan dengan cara-cara dan metode yang konkret dan nyata.

“Ciri generasi milenial itu kritis sehingga bagi mereka makna hakiki dari pengamalan nilai-nilai Pancasila adalah keteladanan. Bagi mereka, keteladanan terutama para pemimpin negeri ini adalah metode terbaik agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan bagi bangsa ini melangkah maju,” ujar Fahira Idris dalam keterangannya, Jumat (25/1/2019).

Menurut Fahira, dengan melihat keteladanan para pemimpinnya, maka secara langsung dan tidak langsung, rasa cinta terhadap Pancasila akan meresap dan hadir di hati para milenial. Saat ini, metode-motode indoktrinasi Pancasila bukan lagi metode yang efektif dan efisien untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila terutama kepada generasi millenial.

Selain keteladanan para pemimpin yang ada saat ini, keteladanan para pejuang dan pendiri bangsa ini harus terus dihidupkan di ruang-ruang publik para generasi millenial dengan kemasan yang populer dan kreatif.

“Perjuangan dan keteladanan tokoh-tokoh mulai dari Soekarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, dan banyak tokoh pejuang lainnya harus terus dihidupkan. Mereka ini adalah tokoh-tokoh yang baik ucapan maupun tindakannya penuh keteladanan dan penuh kecintaan terhadap Pancasila. Hadirkan mereka secara kreatif lewat kemasan populer dan menggunakan teknologi informasi misalnya lewat film, animasi, lagu, infografis, meme, dan medium-medium kreatif lainnya yang dekat dengan keseharian para millenial,” papar Fahira.
(wid/rmol)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital