Camat Sigi Biromaru Dikecam Bawahannya

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, SIGI– Kepala Desa (Kades) Pombewe, Asfar, mengecam sikap Camat Sigi Biromaru Ruslan yang ingin menggugurkan SKPT yang ditandatanganinya di lahan Ex HGU PT. Hasfarm di wilayah Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Menurutnya, langkah Camat menggugurkan tandatangannya itu akan merugikan masyarakat Desa Pombewe. “Coba saja dia gugurkan itu SKPT yang dia tandatangan, kalau tidak mau jadi ribut ini persoalan,” kata Asfar, Senin 4 Februari 2019 di kantornya.

Asfar mengatakan, ada hal apa itu SKPT milik warga mau digugurkan oleh Camat Biromaru. Apakah karena alasannya itu masuk di Ex Lokasi HGU PT. Hasfarm atau masuk di kawasan transmigrasi. “Karena sepengetahuan kami yang kita buatkan SKPT dari pihak desa itu tidak masuk di lokasi ex HGU PT. Hasfarm dan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Dia mengakui, selama ini batas-batas lokasi ex HGU PT. Hasfarm maupun kawasan transmigrasi serta kawasan milik warga di Desa Pombewe tidak jelas. Sehingga, Camat Sigi Biromaru, Ruslan jangan dulu mengambil sikap konyol mau menggugurkan SKPT yang ada. Karena jangan sampai langkah pengguguran SKPT sudah dilakukan, ujung-ujungnya lokasi yang digugurkan tidak masuk di dalam lokasi ex HGU PT. Hasfarm maupun lokasi transmigrasi.

“Kalau ingin mengetahui apakah itu SKPT milik warga masuk di dua kawasan lokasi tersebut atau tidak, harus dikasih jelas dulu batas-batasnya,” ujarnya.

Untuk permasalahan ini, setelah Camat Sigi Biromaru mengakui jika dirinya dijebak oleh pihak desa sehingga menandatangani SKPT yang ada di lokasi ex HGU PT. Hasfarm, menurut Asfar, hal itu sama sekali tidak benar.
“Ndak ada kita jebak, dia kan punya otak, sama- sama punya otak, mungkin dia lebih cerdas lagi dari pada kita di desa. Jadinya itu tidak benar sama sekali apa yang dibilang pak camat kalau dia dijebak,” kesalnya.

Menurut Asfar, walau pihak Pemerintah Desa membawa seribu lembar SKPT untuk ditandatangani, kalau Camat menilai ini masuk kawasan HGU PT. Hasfarm atau transmigrasi, pasti dia tidak tandatangani.
“Tapi inikan dia tandatangan semua itu SKPT milik warga, berarti tidak ada persoalan dengan lokasi. Untuk itu, kenapa nanti sekarang ini tiba-tiba kayak orang ketakutan mau membatalkan atau menggugurkan SKPT yang ia tandatangan dulu,” herannya.

Dia menambahkan, kalau Camat Sigi Biromaru itu tidak ada persoalan kalau soal mau menerbitkan SKPT maupun Surat Penyerahan (SP), asalkan ada untuk dia.
“Baik itu diberi uang mapun tanah. Jadi banyak juga dia punya itu tanah di lokasi tersebut, jadi lancar SKPT maupun SP itu ditanda tangan, tidak ada macam-macam dia itu mau dibilang dijebak atau apalah, sekarang dia bilang begitu,” tuturnya sembari menambahkan kalau ada 100 lebih warganya yang memiliki SKPT maupun SP yang sudah ditandatangan Camat Sigi Biromaru Ruslan di lokasi tersebut.

Sebagai bawahan lanjutnya, apapun bentuk instruksi maupun arahan Camat, pihak Pemerintah Desa pasti akan menurutinya.
“Tapi tunggu saja akibatnya kalau berani pak camat lakukan penggugaran atau pembatalan SKPT maupun SP di lokasi itu,” ujarnya.

Camat Sigi Biromaru Ruslan belum bisa dikonfirmasi terkait bantahan Kades Pombewe Asfar, karena sedang menjalankan ibadah umroh. “ada pigi umroh pak camat le,” kata salah seorang staf di kantor Camat Sigi Biromaru, Senin 4 Februari 2019.

Sebelumnya Camat Sigi Biromaru Ruslan mengakui ada beberapa SKPT yang dia tandatangani di lokasi Ex HGU PT. Hasfarm. “Saya tidak tahu itu di lokasi HGU PT. Hasfarm dulu, apa dari informasi dari Kades Pombewe maupun Kades Oloboju bukan di lokasi HGU, makanya saya tanda tangan beberapa SKPT yang disodorkan oleh pihak desa. Namun setelah dicek itu masuk wilayah HGU,” jelasnya.

Dengan adanya persoalan ini, Ruslan menyatakan dirinya dijebak oleh pihak desa atas terbitnya beberapa SKPT yang ada di lokasi Ex HGU PT. Hasfarm di Desa Pombewe dan Desa Oloboju saat ini.“ Saya akan batalkan semua SKPT yang telah saya tanda tangani dulu,”ujarnya, Senin, 28 Januari 2019.

Ruslan tidak mengetahui seberapa banyak SKPT yang telah ia tandatangani. “Saya tidak tahu sudah berapa jumlahnya yang saya tanda tangan SKPT, makanya saya sementara cari tahu juga ini, berapa jumlahnya dan di mana semua lokasinya itu SKPT yang saya sudah tandatangan dulu,”jelasnya.

Bukan hanya SKPT, diapun mengakui ada sejumlah sertifikat yang sudah diterbitkan dilokasi Ex HGU PT. Hasfarm.

Dia menyatakan, kalau sudah mendapatkan data jumlah dan lokasi SKPT yang telah dirinya tandatangan, ia akan menyurat secara resmi ke pihak desa untuk melakukan pembatalan SKPT tersebut.

(mg4/palu ekspres)

Pos terkait