Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

ADD dan DD, Legislator Usulkan Perda Tentang Batas Wilayah Kerja

PALU EKPRES, PARIGI– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parimo mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) tentang batas wilayah kerja penggunaan anggaran bersumber dari APBN, khususnya untuk Anggaran Dana Desa (ADD) dan Anggaran bersumber dari Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Suardi saat kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Parigi Selatan berlansung di Aula Pertemuan Kantor Camat Parigi Selatan, Senin 4 Maret 2019.

Dia mengatakan, saat ini belum ada kejelasan tentang pembagian batas wilayah kerja untuk penggunaan ADD dengan APBD.

“Saya kira perlu ada perda tentang batas wilayah kerja untuk penggunaan anggaran APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini juga masih banyak kegiatan tumpang tindih penganggarannya. Ia mencontohkan, ada desa di bagian utara dibolehkan pengadaan kendaraan roda dua menggunakan ADD. Sementara ada juga desa di bagian selatan tidak diperbolehkan untuk pengadaan kendaraan tersebut.
“Saya waktu mengikuti reses di bagian utara, ada desa di sana dibolehkan membeli sepeda motor melalui ADD, sementara desa lain yang dibagian selatan tidak diperbolehkan, ini kan rancu,” keluhnya.

Ia meminta, agar dalam pengusulan program, jangan ada yang lewat jendela karena itu hanya membuat kekacauan dan menghambat pembangunan di daerah ini.

“Saya kira kalau Perda pembatasan wilayah kerja penggunaan anggaran sudah ada, maka kita benar-benar sudah menjalankan RPJMD itu,” kata Suardi.

Sekaitan hal itu, Camat Parigi Selatan, Mohsen mengimbau kepada para kepala desa dan masyarakat agar dalam mengusulkan program kegiatan jangan sampai tumpang tindih.

“Saya minta kades agar dalam pengusulan benar-benar melihat penganggaran program usulannya, jangan yang menjadi kewenangan Provinsi diusulkan juga, sehingga terjadi tumpang tindih,” pintanya.

Sekaitan pernyataan Anggota DPRD Parimo, Suardi, Camat Parigi Selatan membenarnkannya. Menurutnya, harus ada batasan penganggaran wilayah kerja antara penggunan anggaran APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten,”tambahnya.

(asw/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital