Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Pengelolaan Obat dan BMHP Dinkes Parimo Mulai Tertata

PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Kepala Seksi Kefarmasian, Devi Artini Uga mengatakan, pengelolaan bidang farmasi tidak terlalu sulit bagi dirinya. Sebab, di Dinas kesehatan, bidang farmasi itu hanya sarana penunjang dan bukan program prioritas.

“Tapi, karena kita program penunjang sehingga kegiatan di dinkes itu semuanya kita support, dan kita tahu semua kegiatan memerlukan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP),” kata Devi kepada media ini di kantornya, Selasa 5 Maret 2019.

Menurut dia, hampir 60 persen kegiatan di Puskesmas itu modalnya adalah obat dan BMHP. Sehingga, memang dibutuhkan bidang kefarmasian itu harus dikelola dengan baik.

Ia mengakui, di tahun 2013 silam, Dinas Kesehatan Parimo pernah ada temuan oleh pihak Badan pemeriksaan keuangan (BPK). Temuannya saat itu sebanyak Rp3 Miliar.

“Dan itu sempat membuat bupati kaget, kenapa ada temuan sebanyak itu, ternyata begitu dicek bukan karena penyalahgunaan anggaran tetapi stok obat yang tersedia di Puskesmas dan stok yang ada di gudang kita itu, tidak termanejemen dengan baik,” ungkapnya.

Padahal lanjut dia, stok obatnya ada dan masyarakat juga terlayani dengan baik.
“Nah itu yang coba kita perbaiki dari tahun 2013. Alhamdulillah, 2 tahun ini kita sudah mulai bagus,” kata Devi.

Untuk logistik, menajemen dan dokumentasi lanjut dia, sudah mulai membaik. Itu terlihat dari laporan opname, antara ketersediaan aset dengan pihaknya, itu selisihnya tidak begitu berarti yakni, di bawah 2 persen.

“Makanya kita kembali lagi di Permenkes 75 tahun 2017 tentang pengelolaan obat dan BMHP di apotek dan rumah sakit itu, ada dua sebenarnya pekerjaan kefarmasian, pengelolaan obat dan BMHP, dan pelayanan kefarmasian,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pengolaan obat dan BMHP tersebut, saat ini sudah mulai membaik, karena telah ditunjang oleh beberapa software yang ada baik. Itu dari kementerian maupun dari pihak Provinsi. Sehingga, pihaknya tidak lagi mengalami permasalahan berarti dalam pengelolaan obat dan BMHP.

(asw/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital