PALU EKSPRES– Pihak Kepolisian Seoul dikabarkan telah menerima salinan percakapan KakaoTalk antara Seungri Bigbang, CEO Yuri Holdings Mr. Yu, penyanyi C, dan karyawan bernama Kim berupa file Microsoft Excel.
Melansir Koreaboo, tim investigasi dari kantor Polisi Metro Seoul saat ini sedang menganalisis keaslian dari salinan percakapan tersebut. Meskipun mereka tidak mengungkapkan bagaimana bisa mendapatkan file tersebut, akan tetapi diketahui bahwa file itu diterima melalui USB.
Seperti diketahui, percakapan dalam KakaoTalk itu dirilis pertama kali oleh SBS funE yang isinya adalah pembicaraan tentang layanan pendamping seksual dari pekerja seks komersial yang ditawarkan Seungri kepada investor asing. Namun YG Entertainment dan Yuri Holdings mengungkapkan bahwa teks percakapan tersebut dibuat-buat.
Adapun file Excel yang diterima polisi dikabarkan merupakan percakapan yang terjadi pada Desember 2015 lalu. Namun hal tersebut tidak akan cukup dijadikan bukti untuk tuduhan pidana karena sulit mengesampingkan kemungkinan pesan percakapan itu memang dibuat-buat.
Seorang profesor dari Keamanan Informasi di Universitas Korea, Lee Sang Jin mengungkapkan, percakapan dalam teks KakaoTalk itu harus diperoleh melalui smartphone atau hard disk komputer. Pasalnya, sulit menjadikan file Excel dari sebuah percakapan digunakan sebagai bukti hukum.
“Satu-satunya cara adalah mengembalikan percakapan dengan memperoleh smartphone yang mengirim atau menerima pesan itu atau dari hard disk komputer,” katanya.
Tim investigasi dari Polisi Metro Seoul pun berencana membandingkan data dalam file Excel dengan data yang diserahkan kepada Komisi Anti Korupsi dan Hak Sipil beberapa waktu lalu dari seorang pelapor.
Seperti diketahui, pada 26 Februari, sebuah laporan berita eksklusif oleh SBS funE mengungkapkan pesan teks yang menunjukkan Seungri terlibat dalam menyiapkan layanan pendamping seksual untuk klien bisnisnya. Tuduhan itu dibantah oleh Seungri, yang mengatakan kepada agensinya, YG Entertainment, bahwa pesan teks itu dibuat-buat.
Laporan tersebut muncul tidak lama setelah kontroversi yang terjadi di klub Burning Sun, yakni soal insiden penyerangan yang dibocorkan ke publik yang merembet ke pengedaran narkoba, kekerasan seksual, dan tuduhan kamera tersembunyi. Seungri terseret dalam kontroversi ini karena hubungannya dengan klub, meskipun ia dan CEO menyatakan bahwa Seungri hanyalah konsultan dan tidak terlibat dalam manajemen pengelolaan klub.
Seungri sendiri telah menjalankan pemeriksaan polisi secara sukarela pada Kamis (27/2/2019) selama 8,5 jam, termasuk tes urine dan rambut untuk pembuktian narkoba. Akibat kasus ini, Seungri juga harus membatalkan seluruh jadwal kegiatannya, termasuk konser yang akan digelar di Indonesia 17 Maret ini.
(jpc)






