Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Puluhan Apotek dan Puskesmas di Parimo Tidak Punya Apoteker

PALU EKSPRES, PARIGI– Sebanyak 32 apotek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) belum memiliki apoteker atau sarjana farmasi yang telah terlatih secara profesional di bidang pelayanan obat dan pasien.
Kondisi yang sama bagi Puskesmas di Parimo. Dari 23 Puskesmas yang ada di daerah itu, baru dua Puskesmas yang memiliki apoteker.

“Padahal, seorang apoteker tidak hanya bertugas membuat obat dan menyalurkannya kepada masyarakat. Tetapi juga harus memberikan informasi dan edukasi mengenai obat yang akan diberikan kepada pasien,” kata Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo, Devi Artini Uga, di kantornya, beberapa hari lalu.

Menurut Devi, apotek itu harus mempunyai apoteker dan harus memiliki jam praktek yang jelas.

“Nah, itu adalah pekerjaan pelayanan kefarmasian,” kata Devi.

Selain itu kata dia, dari 23 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Parimo itu, diketahui baru dua Puskesmas yang mempunyai apoteker, yaitu Puskesmas Parigi dan Sumber Sari. Selain dari itu, puskesmas hanya punya tenaga teknis kefarmasian.
Karenanya, setelah 23 Puskesmas tersebut diukur dalam hal penggunaan obat rasional dan generik, indikator penggunaannya masih terlampau jauh dari target.

“Targetnya itu kan, kita sudah di atas 60 persen tapi kita masih di bawah, masih rendah sekitar 20 hingga 40 persen. Karena pelayanan kefarmasian itu, sesuai dengan Permenkes dan harus dilakukan oleh apoteker,” jelasnya.

Masih menurut Devi, pihak Dinkes Parimo sebenarnya dituntut untuk bekerja sesuai regulasi yang ada, seiring upaya akreditasi serta pelayanan yang semakin maksimal kepada masyarakat. Sebab, pekerjaan kefarmasian ini tidak boleh digantikan oleh profesi lain.

“Kita memang harus mengakui bahwa, di situlah kelemahan kita, karena selama ini seksi kefarmasian ini masih fokus pada 23 Puskesmas yang ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apoteker itu adalah orang yang sudah menyelesaikan program profesi apoteker yang sudah disumpah.”Jadi kalau dia masih tenaga teknis kefarmasian berarti masih pengganti, walaupun latar belakang ilmunya sama.
“Jadi semua teman-teman yang ada di 23 Puskesmas itu, semua yang dampingi adalah kami dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Kondisi ketiadaan apoteker di 23 Puskesmas tersebut lanjutnya, membuat pihaknya kewalahan. “Olehnya, target Dinkes Parimo di 2019 ini, salah satunya adalah akan melakukan kegiatan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat.

“Tahun ini memang kami konsentrasinya akan meningkatkan pelayanan kefarmasian di masyarakat dengan adanya program Gemacermat bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia yang ada di Parimo,” ungkapnya.

(asw/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital