Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Warga Desa Jono Oge Bertahan di Lokasi Likuifaksi

warga desa jono oge

PALU EKSPRES, SIGI – Warga korban likuifaksi di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, hingga Jumat 29 Maret 2019 masih bertahan di lokasi likuifaksi, menuntut agar secepatnya dana stimulan, dana santunan dan ganti rugi lahan yang terdampak likuifaksi segera dibayarkan.

“Untuk sementara, tenda darurat yang akan kami tempati sambil menunggu tuntutan kami dipenuhi pemerintah, baru sekitar tujuh tenda darurat yang terbangun. karena cuaca tidak memungkinkan hari ini, makanya kita tidak lanjutkan pembangunan tenda darurat,” kata Sahrul, salah seorang warga Desa Jono Oge, Jumat 29 Maret 2019.

Pembangunan tenda darurat di lokasi likuifaksi kata Sahrul, akan terus dilakukan sampai pemerintah merealisasikan tuntutan mereka.
“Pembangunan tenda darurat dilakukan oleh warga dan dengan biaya swadaya warga Jono Oge,”akunya.

Tasmin, warga Desa Jono Oge lainnya menyatakan, ada sekitar 30 warga Desa Jono Oge yang akan tinggal di tenda darurat nantinya, kalau pembangunan tenda darurat sudah selesai dikerjakan.
“Kita sebelumnya tinggal di hunian sementara atau Huntara di Desa Pombewe, tapi kita tidak mau lagi tinggal di Huntara itu, dan kami memilih tinggal di lokasi likuifaksi tempat tinggal kami dulu untuk menuntut hak kami yaitu dana stimulan, dana santunan dan dana ganti rugi lahan,” ungkap Tasmin.

Lanjut kata Tasmin, bahwa pemberian nantinya dana stimulan harus diberikan langsung kepada warga, tidak perlu melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas).
“Mau cukup atau tidak itu dana stimulan, itu nanti kami yang atur sendiri, tidak usah pake Pokmas lagi. Untuk apa, sebentar dimakan lagi itu uang,” kesalnya.

Dia menyatakan, pemberian dana stimulan, dana santunan dan ganti rugi lahan sangat tidak sebanding dengan apa yang menjadi penderiataan mereka saat ini.
“Tapi yah mau diapa sudah terjadi, makanya kita sekarang cuma mau dana itu untuk bisa kita gunakan untuk memulai hidup yang baru,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sigi Paulina mengakui, dana stimulan dalam waktu dekat sudah akan dicairkan. “Bulan depan dana stimulan akan cair,” kata Paulina, 29 Maret 2019.
Paulina mengatakan, proses pencairan dana stimulan akan melalui rekening. “Penyaluranya melalui satu bank saja kalau di Kabupaten Sigi yaitu bank BNI,”jelasnya. (mg4/palu ekspres)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital