Sabtu, 8 Agustus 2026

Sistem Zonasi PPDB Bakal Diatur Perpres

Ikhsan (dua dari kiri duduk) memberikan penjelasan kepada wali murid yang memenuhi Kantor Dispendik Surabaya di Jalan Jagir Kamis (20/6/2019). Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos

PALU EKSPRES, SURABAYA– Pemerintah memastikan bahwa pelonggaran kuota jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 telah maksimal. Yakni dalam range 5-15 persen. Jika persentasenya terlalu besar, pemerataan pendidikan dikhawatirkan tidak berjalan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan, penambahan kuota jalur prestasi untuk mengakomodasi aspirasi wali murid.

Revisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tersebut dilakukan demi kelancaraan pelaksanaan PPDB di berbagai daerah. “Saya harap begitu (mengakomodasi keinginan orang tua siswa berprestasi, Red),” kata Muhadjir di kantornya kemarin (21/6/2019).

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ”Kemudian kami ambil keputusan itu (revisi permendikbud, Red),” ujarnya.

Mengenai modifikasi kuota 90 persen jalur zonasi di beberapa daerah, Muhadjir menilai itu sah-sah saja. Yang jelas, di dalamnya harus menampung siswa dengan ekonomi tidak mampu dan memiliki jarak dari rumah ke sekolah yang dekat.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengungkapkan, saat ini Presiden Joko Widodo menggodok pendekatan zonasi dalam bentuk peraturan presiden (perpres). Dengan demikian, sistem tersebut akan berlangsung lama meski nanti terjadi pergantian menteri.

Melalui zonasi, pemerintah bisa memetakan masalah pendidikan dalam lingkup yang lebih kecil. Dengan begitu, persoalan akan mudah diketahui secara detail. Misalnya, persoalan daya tampung sekolah dan persebaran guru berkualitas yang tidak merata.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal kisruh PPDB yang terjadi di banyak daerah. Menurut dia, saat ini ketentuan PPDB tidak bisa diterapkan secara merata mengingat kondisinya berbeda-beda. Karena itu, diperlukan penyesuaian. ”Setiap daerah punya karakter beda-beda,” imbuhnya di sela peninjauan runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, kemarin.

PPDB Jatim

Provinsi Jawa Timur (Jatim) tidak menerapkan ketentuan kuota jalur prestasi hasil revisi permendikbud. Sebab, proses PPDB 2019 SMA/SMK di Jatim sudah selesai. Pendaftaran PPDB jenjang SMA/SMK negeri ditutup tadi malam pukul 24.00. Hari ini hasil pendaftaran diumumkan pukul 09.00 pada laman ppdbjatim.net. Tahap selanjutnya adalah daftar ulang bagi siswa yang diterima.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Jatim sudah mengakomodasi nilai ujian nasional 20 persen. Artinya, Jatim sudah memberikan diskresi yang cukup besar. ”Pak Menteri memberi kuota 5-15 persen. Kami sudah melebihi dari yang sekarang ini diputuskan Kemendikbud,” kata Khofifah.

Dengan mengakomodasi 20 persen kuota siswa yang berprestasi dari hasil ujian nasional, dia ingin nilai siswa tetap bisa diapresiasi. Apalagi, pihaknya telah mengalihkan kuota jalur offline (perpindahan tugas orang tua, prestasi, dan jalur keluarga tidak mampu) yang belum terisi ke jalur online untuk diisi dari seleksi nilai ujian nasional tinggi.

(jawa pos)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital