Sabtu, 8 Agustus 2026

Untad Siapkan Dosennya Ikuti PPI di Unmul

BERI ARAHAN – Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz (tengah) saat memberikan arahan kepada para dosen yang disiapkan Untad untuk mengikuti Program Profesi Insinyur di Universitas Mulawarman. HUMAS UNTAD

PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako kembali menyiapkan para dosennya untuk mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI). Sebanyak 53 orang dosen Agrokompleks Untad disiapkan sebagai calon yang akan mengikuti program tersebut di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Kaltim.

Sebelumnya, angkatan pertama program tersebut telah diwisuda pada 15 Juni 2019 lalu sebagai Profesi Insinyur di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz bersama para perintis PPI, di antaranya Ketua IPCC Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio, Direktur PPs Untad Pro. Dr. Alam Anshari, dan Dekan Fakultas Pertanian Untad, Dr. Muhardi, berdiskusi dengan para dosen yang akan mengikuti PPI di Unmul, di ruang Senat Fakultas Pertanian Untad, Selasa 25 Juni 2019.

Dalam arahannya, Rektor Untad menyampaikan bahwa Profesi Insinyur harus dijalani, terutama oleh dosen di bidang Keteknikan dan Agrokompleks. Hal ini menurutnya karena akan ada kegiatan ilmiah maupun praktis, yang hanya bisa diikuti oleh dosen yang bergelar Profesi Insinyur yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi serelah UU nomor 11 tahun 2014 dan PP nomor 25 tahun 2019 diberlakukan secara penuh.
“Gelar Insinyur yang kita sandang itu Insinyur akademik bukan profesi. Bahkan dalam ijazah sama sekali tidak ada gelar profesi itu diberikan,” kata Rektor.

Sementara itu, Prof. Basir Cyio menambahkan, bahwa semangat mengikuti PPI selain karena tertuang dalam UU nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran dan PP nomor 25 tahun 2019, juga karena dilandasi semangat untuk memeroleh tambahan pengetahuan dan pengalaman.
“Terutama pengakuan kompetensi dari PII (Persatuan Insinyur Indonesia) setelah kita memiliki ijazah profesi, bukan ijazah sarjana. Dengan begitu, dalam menjalani pendidikan nanti, tidak akan muncul keluhan terkait berbagai hal,” ujar Prof. Basir. (HUMAS)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital