Sabtu, 8 Agustus 2026

IPCC Untad Submit Serentak 21 Artikel Internasional

PALU EKSPRES, PALU – International Publication and Collaborative Center (IPCC) Universitas Tadulako (Untad) melakukan submit sebanyak 21 artikel ke jurnal internasional bereputasi secara serentak.
Proses submit artikel-artikel tersebut secara simbolis dilakukan oleh Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz di ruangan IPCC Untad, Selasa 2 Juli 2019.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Untad didampingi Penanggung Jawab IPCC Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio, Koordinator IPCC Untad, para Wakil Rektor, serta unsur-unsur pimpinan Lembaga dan Fakultas di lingkungan Untad.

Dalam arahannya, Rektor Untad menekankan bahwa peningkatan publikasi internasional oleh para dosen di Untad merupakan suatu hal yang mesti dilakukan. Olehnya, ia meminta kepada para pimpinan Fakultas dan Lembaga khususnya Lembaga Penelitian (Lemlit), agar lebih intens dalam mendorong para dosen melakukan publikasi.

Hal ini kata Rektor, untuk mengejar kesesuaian rasio antara jumlah dosen di perguruan tinggi dengan jumlah publikasi yang dihasilkan.

“Karena tantangannya ada di rasio publikasi dan dosen yang dihitung, mungkin yang paling ideal adalah 1 banding 5, artinya untuk 1 jurnal ada 5 orang sebagai tim yang menyusunnya. Mudah-mudahan keberadaan IPCC ini dapat semakin membantu kita,” kata Rektor.

Ia menilai, dengan adanya tambahan 21 artikel yang di-submit melalui IPCC tersebut, dapat membantu tercapainya jumlah publikasi yang ditargetkan oleh Untad pada tahun ini ketika disampaikan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, yakni sebanyak 125 publikasi dalam setahun.

Sementara itu, Penanggung Jawab IPCC Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio menjelaskan, peningkatan jumlah publikasi internasional merupakan perintah langsung Menteri kepada Rektor. Hal ini karena salah satu ukuran kinerja Rektor adalah jumlah publikasi internasional yang dihasilkan oleh perguruan tinggi bersangkutan.

Dengan submit artikel secara serentak tersebut, diharapkan dapat meningkatkan dorongan para pimpinan Fakultas dan Lembaga di Untad kepada para dosen untuk meningkatkan jumlah tulisan ilmiah yang bereputasi internasional.

“Masa kita cita-citanya menjadi world class University tapi biar satu tulisan internasional tidak ada, berarti satu di antara indikatornya adalah publikasi internasional,” kata Prof. Basir.

Ia juga menekankan bahwa IPCC siap memfasilitasi para dosen terkait hal itu. Bahkan jika mengalami kendala misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris, Prof. Basir menyebutkan IPCC siap menanganinya.

“Kendala kita biasanya pada keterbatasan bahasa Inggris. Nah, IPCC ini siap menangani. Cukup menulis dengan bahasa Indonesia, yang penting kontennya mantap dan kaidah-kaidah ilmiahnya terpenuhi. Tugas IPCC ini yang memfasilitasi,” tandas Prof. Basir. (abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital