Minggu, 9 Agustus 2026

Untad Ajukan Penambahan Kuota Bidikmisi

BIDIK online

PALU EKSPRES, PALU – Universitas Tadulako (Untad) pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, mengajukan penambahan kuota penerima beasiswa program Bidikmisi ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Tahun ini, dari total kuota penerimaan mahasiswa baru sejumlah 8.786 melalui jalur penerimaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN), Untad diberi kuota beasiswa program Bidikmisi sebanyak 1.506 yang terdistribusi sebanyak 504 kuota pada jalur SNMPTN dan 1.002 pada jalur SBMPTN.

Pengajuan penambahan kuota tersebut, sebagaimana dijelaskan Wakil Rektor Untad bidang Akademik, Dr. Lukman Nadjamuddin kepada wartawan, di Rektorat Untad, Rabu 24 Juli 2019, diupayakan oleh Untad karena jumlah calon mahasiswa yang mengajukan menerima Bidikmisi dan lulus pada jalur SBMPTN tahun ini, lebih banyak dibanding kuota yang ada.

“Ternyata yang lulus SBNPTN dan mengajukan diri untuk mendapatkan Bidikmisi sejumlah 1.828 orang. Dengan demikian ada selisih 825 orang,” kata Lukman.

Olehnya, kata Lukman, Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz melakukan upaya mengajukan permohonan penambahan kuota penerima Bidikmisi di Untad menjadi sebanyak 2.500 orang. Hal ini kata Lukman, karena Untad ingin memberikan kesempatan lebih lebar, bagi calon mahasiswa baru yang memiliki potensi akademik namun terkendala secara finansial untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

“Kita berharap ada penambahan kuota seperti yang kita usulkan. 2.500 dari kuota 8 ribu lebih itu sekitar 30 persen, itu sudah memadai,” ujarnya.

Meski begitu, Lukman melanjutkan bahwa pihaknya masih akan melakukan verifikasi lanjutan ketat untuk memastikan apakah calon mahasiswa yang mengajukan Bidikmisi tersebut betul-betul layak menerima beasiswa atau tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ada.

“Akan dilakukan verifikasi untuk menyatakan calon penerima Bidikmisi tersebut layak menerima atau tidak. Begitu pula jika dalam perjalanan kita temukan bukti-bukti bahwa yang bersangkutan ternyata mampu secara ekonomi, maka kita putuskan untuk dicabut Bidikmisinya,” tandasnya. (abr/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital