Jumat, 23 Oktober 2026
Palu  

Ibadah Harus Turut Dimaknai dalam Aspek Sosial

PALU EKSPRES, PALU – Perintah beribadah kepada umat Islam dinilai tidak hanya sekadar perintah dalam bentuk rangkaian ritual semata. Namun di balik itu, ada dimensi sosial yang dapat dimaknai dalam setiap pelaksanaannya.

Olehnya, menurut Dr. Faisal Attamimi, umat Islam perlu untuk selalu menjaga keseimbangan antara dimensi ritual dan sosial dalam setiap pelaksanaan ibadahnya.
Hal ini disampaikannya, saat menyampaikan khutbah salat Idul Adha 1440 H, yang diselenggarakan Universitas Tadulako (Untad) di lapangan Islamic Center Untad, Ahad 11 Agustus 2019.

Hadir dalam salat Id tersebut, Rektor Untad Prof Dr. H. Mahfudz, bersama dengan unsur pimpinan Untad dan Fakultas, serta Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Muh. Basir Cyio.

Menurut Dr. Faisal dalam khutbahnya, umat Islam tidak boleh hanya melakukan banyak ibadah ritual namun mengabaikan aspek sosial. Begitupun sebaliknya, bukan menjadi sebuah kebaikan jika umat Islam hanya berjasa pada lingkungan dan sosial kemasyarakatan, tetapi mengabaikan ibadah-ibadah ritualnya.
“Keduanya mesti seiring sejalan dalam gerak langkah perjalanan hidup seorang Muslim dan Muslimat,” kata Faisal.

Ia mencontohkan, salah satu ibadah yang memiliki nilai sosial adalah ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah. Ibadah haji yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu tersebut, terdapat makna nilai-nilai sosial yang terkait di dalamnya.

Di antaranya bangunan Ka’bah sebagai sentral pelaksanaan thawaf, kiblat dan pusat kegiatan ibadah, melambangkan keesaan Allah SWT. Umat Islam diperintahkan menuju ke tempat yang satu, dengan niat yang sama, meskipun datang dari asal, suku, dan bangsa serta latar belakang yang berbeda.

Selanjutnya pakaian ihram yang dikenakan oleh umat Islam ketika berhaji, melambangkan persamaan manusia di hadapan Tuhan. Faisal menerangkan, seringkali pakaian menjadikan seseorang mudah merendahkan orang lain. Dengan mengenakan pakaian ihram, tingkat dan status semua orang di sisi Allah SWT adalah sama, yakni sama-sama hamba-Nya yang sedang beribadah,

Sedangkan dalam prosesi Wukuf di Arafah, umat Islam diajarkan untuk merenungi jati dirinya sebagai seorang hamba yang tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa tanpa adanya kekuasaan dari Allah SWT.
“Manusia hendaknya berpikir sebelum bertindak, selalu mempertimbangkan dampak positif dan negatif atas segala sesuatu. Sehingga tindakannya berangkat dari perencanaan yang matang dan tidak asal-asalan,” ujarnya.

Rangkaian ibadah haji lainnya, yakni melontar jumrah menurut Faisal memiliki makna sosial bahwa umat manusia dianjurkan untuk melemparkan dan mencampakkan sifat-sifat yang tercela. Yakni sifat-sifat yang dipengaruhi oleh syaitan. Jauh dari sifat sombong dekat dengan rendah hati, jauh dari dendam dekat dengan pemaaf, jauh dari kikir dan dekat dengan sifat dermawan, jauh dari permusuhan dekat dengan persaudaraan, serta jauh dari kebohongan dekat dengan kejujuran.
“Sedangkan Sa’i memiliki nilai pembelajaran bahwa sikap pantang menyerah harus ditanamkan dalam diri umat Islam. Berusaha dan berikhtiar terus menerus untuk mewujudkan kemaslahatan diri dan masyarakat, sehingga menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Selain ibadah haji, pada bulan Dzulhijjah umat Islam juga diperintahkan untuk berkurban. Pesan yang disampaikan Dr. Faisal dalam khutbahnya, adalah bahwa ibadah kurban memiliki berbagai makna, salah satunya adalah tentang hakikat pengorbanan.

Ia menuturkan, daging kurban yang dibagikan hanyalah simbol dari makna kurban yang sejatinya luas, yakni meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu dan sebagainya.
“Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Bayangkan, bila manusia sekadar memenuhi ego dan kebutuhan sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain, alangkah kacaunya kehidupan ini,” tegasnya.

UNTAD BERKURBAN 53 EKOR SAPI

Pada momen Idul Adha 1440 H/2019 M, civitas akademika Untad turut berpartisipasi dalam pemotongan hewan kurban. Data dari panitia pelaksanaan Idul Adha 1440 H Untad sebagaimana disebutkan Rektor Untad, total hewan kurban yang akan disembelih tahun ini sebanyak 53 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
“Alhamdulillah jumlah hewan kurban mencapai 53 ekor, sehingga jika diestimasikan sekitar 350-an warga Untad yang berpartisipasi menyumbangkan hartanya untuk berkurban,” kata Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz, pada Halal bi Halal yang digelar di Islamic Center Untad, usai pelaksanaan salat Idul Adha.

Total jumlah hewan kurban tersebut, masing-masing berasal dari FISIP 6 ekor sapi, Fakultas Ekonomi 4 ekor sapi, Fakultas Pertanian 4 ekor sapi, Fakultas Teknik 5 ekor sapi, Fakultas Kehutanan 2 ekor sapi, Fakultas Kedokteran 1 ekor sapi, Fakultas Peternakan 1 ekor sapi, Fakultas MIPA 2 ekor sapi, LPMP 2 ekor sapi, Masjid Baiturrahman 6 ekor sapi, Masjid Babul Ulum 6 ekor sapi, Masjid Baitul Makmur 8 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Rektorat 2 ekor sapi, BSM 2 ekor sapi, dan Keluarga Prof. Dr. Sulaeman Mamar 2 ekor sapi.

Rektor juga meyakini bahwa masih banyak warga Untad lainnya, yang turut melaksanakan ibadah kurban namun tidak bergabung dengan kelompok di Untad.
“Ini menggambarkan bahwa warga Untad sangat memaknai dan menghayati nilai-nilai pengorbanan itu,” pungkas Rektor. (abr/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam