Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Setelah Puluhan Tahun, Kelapa Ini Akhirnya Berbuah Mustika, Harganya?

Inilah kelapa yang menurut Herman memiliki batu di dalamnya. FOTO WIDISANDIKA/RADAR LAMPUNG/jpg

KOTABUMI,PE – Aneh tapi nyata, memang selalu terjadi di muka bumi. Fenomena langka dialami seorang warga di Kelurahan Kotabumi Kota, Lampung Utara, Bandarlampung.

Herman, Warga Jl. Imam Bonjol Gg. Prono, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, ini tak menyangka kalau pohon kelapa milik adiknya bakal berbuah. Sebab, menurutnya, pohon kelapa yang diperkirakan berumur puluhan tahun itu tak pernah berbuah.

Ia terkejut ketika tahu buah kelapa itu berbeda dengan kelapa lain. Ya, kelapa milik Herman itu begitu dibelah memiliki semacam tonjolan keras yang menyerupai batu berwarna putih. Orang biasa menyebutnya mustika kelapa.

Yang lebih aneh, menurut Herman, bagian daging kelapa di dekat benda mirip batu itu tak busuk atau basi meski sudah dibelah dan tak disimpan di lemari pendingin.

’’Buahnya ini jatuh pada September 2016. Sampai sekarang ini nggak basi-basi,” katanya saat menyambangi Graha Pena Lampung.

Dia mengaku tak habis pikir kenapa daging kelapa di sekitar benda keras mirip batu itu tak basi. ’’Saya juga nggak tahu. Kok bisa ada kayak batunya gini,” katanya baru-baru ini.

Lantaran menganggap kelapa miliknya langka, Herman lantas membanderol Rp25 juta bagi kolektor yang tertarik memilikinya. ’’Bisa datang langsung ke rumah,” katanya.

Terpisah, guru besar dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banua, M.Si. angkat bicara terkait fenomena kelapa yang tak basi itu.

Dia menjelaskan, tanaman biasanya menyerap unsur hara. Baik mikro maupun makro. Unsur hara tersebut akan disimpan di dalam batang, daun, dan buah.

’’Yang memungkinkan dia (buah kelapa) memiliki sejenis batu dalam buahnya itu karena adanya akumulasi dari unsur kalsium yang ada di dalam tanah,” katanya kepada Radar Lampung.

Batu tersebut, sambung dia, kemungkinan berwarna putih dan terkandung dalam buah kelapa. Hal tersebut memungkinkan terjadi secara fisiologi terhadap tanaman.

Meski begitu, diakui Irwan, fenomena ini memang sangat jarang terjadi pada tanaman. ’’Memang jarang terjadi, tetapi memungkinkan untuk terjadi pada tanaman,” tukasnya.

(ega/cw25/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital