Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Pengusaha Udang Keluhkan Regulasi yang Membelit 

PALU EKSPRES,  MAKASSAR – Shrimp Club Indonesia (SCI) Sulawesi Selatan mengaku kesulitan dalam mengembangkan produksi Udang di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Ini disebabkan regulasi pemerintah yang dianggap terlalu banyak dan tumpang tindih dari masing-masing instansi. 

Contoh regulasi yang membelit para pengusaha tambak itu, adanya aturan Kementerian PUPR, tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Lalu diterjemahkan melalui Perda PUPR  diperuntukan bagi bangunan beratap dan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal atau kantor. Termasuk bak mandi atau tandon air. berdasarkan Permen itu 35 ribu per meter persegi. 

Inilah yang kemudian dipakai landasan untuk tambak atau kolam ikan. Bayangkan bila tambak dipersamakan dengan ini maka tambak 1 ha, pengusaha harus membayar Rp350 juta. Nilai itu bahkan lebih mahal dari harga tanah sendiri. 

Untung saja, kesimpulan dalam rapat koordinasi, tambak atau kolam tidak termasuk dalam permen tersebut.  

Tak hanya itu, tidak sinergisnya instansi satu dengan yang lain, menyebabkan pengusaha kebingungan menyikapi kebijakan pemerintah. Contoh, adanya aturan tentang lingkungan hidup yang berseberangan aturan mengembangkan tambak di kawasan pesisir pantai. 

Belum lagi, persoalan impor bahan baku yang mahal. Serta peralatan tambak yang juga masih harus impor. Hampir dipastikan pengusaha udang ini mengalami problem dari hulu hingga hilir dengan biaya operasional yang besar. 

Masalah ini disampaikan Ketua SCI Sulsel, Dr Hasanuddin Atjo kepada redaksi Harian Fajar di Graha Pena Makassar, Jumat 25 Oktober 2019. Atjo tak sendirian, Kepala Bappeda Sulteng ini juga didampingi sejumlah pengurus dan anggota SCI Sulsel. Di antaranya, mantan Sekjen SCI pusat, Andi Tamsil, pengusaha tambak Vincent PL, Uyung, Adriyadi dan Syahrun dari PT BOMAR. 

“Jadi ada persepsi yang keliru, tentang regulasi PUPR terhadap tambak udang kita,” tandas Atjo yang diterima Pemimpin Redaksi Harian Fajar, Arsyad Hakim. Tak hanya itu, persoalan regulasi ini bahkan bisa sampai masalah air tambak yang masuk dan keluar tambak, bisa dikenakan biaya pemerintah karena alasan regulasi itu.

Akibatnya pihak pengusaha dirugikan. Bahkan mereka yang baru bermain diusaha ini memilih menarik diri dari berinvestasi, karena menjadi biaya tinggi akibat regulasi yang membelit. 

Padahal, usaha tambak udang di Indonesia khususnya di Sulsel memiliki prospek yang sangat baik bagi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) bahkan devisa bagi Indonesia. 

“Kita memiliki semua potensi dari sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mengelola tambak Udang ini,” ujar Atjo. Potensi itu, air laut yang bersih, lahan yang luas dan sumber daya manusia yang banyak. Bila saja diberi keleluasaan mengembangkan, ini akan mengerakkan roda ekonomi Indonesia dari sektor budidaya perikanan. 

Di Sulsel sendiri petani tambak sudah sejak lama ada. Bahkan dinilai menyatu dengan kebudayaan masyarakat Sulsel yang menggeluti usaha pertanian dan budidaya udang. 

Untuk itu, mereka berharap gubernur Sulsel dan bupati mau memberi proteksi kepada pengusaha tambak udang agar mereka leluasa bergerak dan memproduksi udang dalam skala besar. 

Mereka meyakini usaha budidaya udang ini dapat membuka lapangan kerja yang besar bagi rakyat, dan bisa menambah PAD dan devisa negara. 

Selama ini, udang hasil produksi Sulsel mengisi 50 persen pasar udang di Indonesia yaitu sebesar 23 ribu ton. Dalam hitungan panen 5000 ton udang bisa menyerap 1000 orang tenaga kerja. Sedangkan limbah udang itu bisa berguna sebagai untuk pupuk rumput laut. 

Makanya SCI menilai usaha tambak udang ini potensi besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Itu sebabnya mereka meminta perhatian dari pemda dan pemerintah pusat. (aaa/palu ekspres) 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital