Senin, 10 Agustus 2026

Sikat Eks No 1 dan Pemain No 1 Dunia, Imigran Asal Rusia Jadi Juara

PALU EKSPRES– Sofia Kenin terjun di Australia Terbuka 2020 sebagai unggulan ke-14. Peluangnya menjuarai turnamen hanya 35/1 di bursa-bursa taruhan. Tentu saja, Kenin tak hanya membuat bandar rugi berat, tapi juga memberikan kejutan yang menyenangkan di jagat tenis tunggal putri.

Sekali lagi, grand slam dimenangkan wajah yang sama sekali baru.

Ya, Kenin, yang 15 tahun lalu masih mengikuti study tour ke Miami Open, kini sudah merasakan gemerlapnya gelar grand slam. Petenis AS itu menjuarai Australia Terbuka setelah mengalahkan mantan pemain nomor satu dunia Garbine Muguruza dalam tiga set 4-6, 6-2, 6-2 di Rod Laver Arena, Melbourne, kemarin.

Dengan usia 21 tahun 80 hari, Kenin menahbiskan diri sebagai peraih trofi Australia Terbuka tunggal putri termuda dalam 12 tahun. Atau sejak Maria Sharapova, idolanya, menjadi kampiun pada 2008 di usia 20 tahun. Ngomong-ngomong, ini bukan saja gelar grand slam pertama buat Kenin, melainkan juga final grand slam perdana. Langsung juara!

Tidak mengherankan kalau petenis yang dikenal pendiam itu nervous sebelum menerima trofi. ’’Ini pidato pertamaku. Tapi akan kucoba lakukan yang terbaik,’’ ucap Kenin sebelum memberondongkan puluhan ucapan terima kasih. ’’Impianku secara resmi telah menjadi nyata. Aku sangat emosional. Aku telah bekerja begitu keras. Ini dua pekan terbaik dalam hidupku,’’ tuturnya berkaca-kaca.

Berkat kemenangan tersebut, peringkat dunia Kenin bakal meroket ke posisi ketujuh. Naik delapan level dari posisi sebelumnya. Dia juga menjadi petenis putri terbaik AS, menggeser Serena Williams yang ada di peringkat ke-10 dunia.

Ayah Kenin, Alex, sangat bangga. Dia merasa pertaruhannya merantau ke AS selama hampir 22 tahun terbayar lunas. Ya, Kenin berasal dari Rusia. Seperti Sharapova, dia lahir di Moskow pada 14 November 1998. Tak lama setelah Kenin lahir, Alex memboyong keluarganya pindah ke AS demi kehidupan yang lebih baik. Dia bekerja sebagai sopir taksi dan sekolah komputer.

Kenin belajar tenis di usia 3,5 tahun. Alex sendiri yang mengajari. Perjalanan mempertemukan dia dengan pelatih Rick Macci. Di usia 6 tahun, Kenin mengikuti tur Miami Open yang dipandu juara grand slam Kim Clijsters. Kenin sangat menikmati masa-masa berlatih tenis.

Meski bukan pemain dengan fisik paling bagus (tingginya hanya 170 cm), Kenin punya banyak keunggulan. Dia powerful di baseline dan bergerak dengan kecepatan yang sama dengan lawannya. Selain itu, dia memiliki jiwa kompetitif seperti Sharapova. Hal itu yang dia perlihatkan selama melawan Muguruza kemarin.

Pada set pertama, kelihatannya Muguruza yang bakal merebut gelar grand slam ketiganya. Juara Prancis Terbuka 2016 dan Wimbledon 2017 itu bermain nyaman setelah dua kali mematahkan servis Kenin.

Dia meninggalkan lapangan sebentar, dan kembali dengan fokus lebih baik. Dia berhasil membalas dengan menciptakan beberapa break point yang dikonversi menjadi angka.

Pada set penentuan, dalam kedudukan 2-2 (40-0), Muguruza tiba-tiba mati langkah. Dua backhand Kenin tak bisa dikembalikan. Kenin merebut game tersebut, leading 3-2, dan tak terhentikan menjadi juara.

Perjalanan Kenin di Australian Open 2020 memang istimewa. Sebelumnya, pada semifinal, dia mengalahkan unggulan nomor satu, tunggal putri nomor satu dunia, dan pahlawan tuan rumah Ashleigh Barty.

(irr/c17/na/jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization