Rabu, 2 September 2026
Opini  

Dua Tantangan Berat Pemimpin Baru Sulteng

Oleh Hasanuddin Atjo

Setidaknya dua tantangan berat menanti pemimpin baru Sulawesi Tengah hasil Pilkada 2020, yaitu masih tingginya angka kemiskinan yang harus diturunkan, serta tuntutan penggunaan digitalisasi  pada era industri 4.0. Kedua tantangan ini juga menjadi prioritas Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai salah satu strategi dan upaya mewujudkan Indonesia Hebat pada tahun 2045.

Salah satu target Indonesia Hebat di tahun 2045 bahwa pendapatan per kapita masyarakat Indonesia di saat itu, diharapkan meningkat menjadi 23.000 $US (kurs 15 ribu= 345 juta rupiah) dari 4.000 $US di tahun 2018 sesuai kajian dan analisis kembaga assement ekonomi berkelas dunia , Price Waterhouse Cooper (2017).

Terkait dengan tujuan itu, maka dibutuhkan pembangunan sejumlah infrastruktur dasar dan penunjang, pengembangan SDM dan teknologi , penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi serta transformasi ekonomi. Dan, untuk itu program di daerah dituntut harus selaras dengan program pusat yang nantinya berbasis digitalisasi.

Prestasi Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus terus dipertahankan, bahkan bila mungkin dapat ditingkatkan. Selanjutnya upaya menurunkan tingkat angka kemiskinan dari 13,18% di tahun 2019 menjadi satu digit atau di bawah 10% di akhir 2024 menjadi super prioritas dan salah satu tugas utama pemimpin baru Sulawesi Tengah.

Seretnya laju penurunan angka kemiskinan Sulteng dalam lima tahun (2015-2019) yang hanya turun 1 % dari 14,07% menjadi 13,18%, di atas rata-rata nasional 9,22 %, memberi indikasi bahwa tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mengeleminir masalah itu relatif tinggi. Apalagi bencana gempa, tsunami dan likuefaksi  28 September 2018, ikut menambah tingkat kesulitan itu.

Reputasi Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola tidak perlu lagi diragukan. Dua periode sebagai bupati Parigi Moutong dan dua priode sebagai Gubernur Sulawesi Tengah yang telah banyak meraih prestasi tingkat nasional, baik di saat sebagai bupati maupun gubernur. Termasuk sebagai Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Namun realitanya juga masih sulit menurunkan angka kemiskinan itu secara signifikan. Ini memberi salah satu indikasi atau gambaran bahwa tingkat kesulitan itu sangat tinggi.

Tugas utama lainnya dari pemimpin baru terpilih adalah tuntutan penggunaan digitalisasi dalam setiap transformasi pembangunan baik di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan hidup . Sejumlah regulasi telah lahir terkait dengan penerapan digitalisasi itu yang harus diimplementasikan paling lambat tahun 2021. Regulasi itu antara lain Pepres Nomor 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan bebasis Elektronik, Pepres nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia, dan Permendagri No 70 /2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah, SIPD serta Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Kodefikasi, Nomenklatur SIPD.

Karena itu pasangan gubernur terpilih harus memiliki kemampuan berinovasi, beradaptasi agar selalu update, yang juga merupakan ciri dari generasi milenial. Pasangan ini juga harus mampu membangun 5 Kapasitas (5 K) dan 5 Budaya Kerja ( 5 AS). 5 K. Terdiri dari Kompetensi, Komitmen, Konsistensi, Koneksitas, dan Kecepatan atau Speed.

Era digitalisasi Gubernur terpilih harus memiliki speed atau kecepatan. Kalau dianalogkan dengan perkembangan teknologi komputer, dan ingin ada percepatan, maka pasangan gubernur terpilih tidak lagi berstatus “Pentium 1” generasi komputer tahun 1990-an tetapi sudah berstatus “Pentium 4”, generasi komputer tahun 2000 an.

Hasil survey Tempo tahun 2017 terhadap pemimpin daerah yang berprestasi dan dinilai memiliki kecepatan tinggi karena kemampuan digitalisasinya antara lain Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Tri Rismaharini , Wali Kota Surabaya, Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng, Hasto Wardoyo bupati Kulon Progo dan Danny Pomanto Wali Kota Makassar.

Dari gambaran di atas tentunya bila berkeinginan Sulawesi Tengah menjadi bagian dari Indonesia Hebat 2045, maka para calon Gubernur dan pasangannya yang ikut berkontestasi di Pilkada Sulteng 2020, kiranya harus memenuhi kriteria dan contoh yang telah dikemukan di atas.

Peran pemilik hak usung dalam melahirkan pasangan calon sesuai harapan menjadi “filter pertama”. Selanjutnya pemilik hak suara sebagai “filter kedua” harus diberi pilihan untuk memilih pasangan-pasangan terbaik. Bila mekanisme ini belum terbangun, maka harapan masyarakat Sulawesi Tengah untuk keluar dari kemiskinan yang tinggi dan menerapkan secara baik transformasi pembangunan yang berbasis digital belum bisa berharap banyak. Sesungguhnya di tangan pemilik hak usung dan pemilik hal suara letak harapan itu. SEMOGA

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam