Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Dua Tantangan Berat Pemimpin Baru Sulteng

Oleh Hasanuddin Atjo

Setidaknya dua tantangan berat menanti pemimpin baru Sulawesi Tengah hasil Pilkada 2020, yaitu masih tingginya angka kemiskinan yang harus diturunkan, serta tuntutan penggunaan digitalisasi  pada era industri 4.0. Kedua tantangan ini juga menjadi prioritas Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebagai salah satu strategi dan upaya mewujudkan Indonesia Hebat pada tahun 2045.

Salah satu target Indonesia Hebat di tahun 2045 bahwa pendapatan per kapita masyarakat Indonesia di saat itu, diharapkan meningkat menjadi 23.000 $US (kurs 15 ribu= 345 juta rupiah) dari 4.000 $US di tahun 2018 sesuai kajian dan analisis kembaga assement ekonomi berkelas dunia , Price Waterhouse Cooper (2017).

Terkait dengan tujuan itu, maka dibutuhkan pembangunan sejumlah infrastruktur dasar dan penunjang, pengembangan SDM dan teknologi , penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi serta transformasi ekonomi. Dan, untuk itu program di daerah dituntut harus selaras dengan program pusat yang nantinya berbasis digitalisasi.

Prestasi Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus terus dipertahankan, bahkan bila mungkin dapat ditingkatkan. Selanjutnya upaya menurunkan tingkat angka kemiskinan dari 13,18% di tahun 2019 menjadi satu digit atau di bawah 10% di akhir 2024 menjadi super prioritas dan salah satu tugas utama pemimpin baru Sulawesi Tengah.

Seretnya laju penurunan angka kemiskinan Sulteng dalam lima tahun (2015-2019) yang hanya turun 1 % dari 14,07% menjadi 13,18%, di atas rata-rata nasional 9,22 %, memberi indikasi bahwa tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mengeleminir masalah itu relatif tinggi. Apalagi bencana gempa, tsunami dan likuefaksi  28 September 2018, ikut menambah tingkat kesulitan itu.

Reputasi Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola tidak perlu lagi diragukan. Dua periode sebagai bupati Parigi Moutong dan dua priode sebagai Gubernur Sulawesi Tengah yang telah banyak meraih prestasi tingkat nasional, baik di saat sebagai bupati maupun gubernur. Termasuk sebagai Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Namun realitanya juga masih sulit menurunkan angka kemiskinan itu secara signifikan. Ini memberi salah satu indikasi atau gambaran bahwa tingkat kesulitan itu sangat tinggi.

Tugas utama lainnya dari pemimpin baru terpilih adalah tuntutan penggunaan digitalisasi dalam setiap transformasi pembangunan baik di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan hidup . Sejumlah regulasi telah lahir terkait dengan penerapan digitalisasi itu yang harus diimplementasikan paling lambat tahun 2021. Regulasi itu antara lain Pepres Nomor 95/2018 tentang Sistem Pemerintahan bebasis Elektronik, Pepres nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia, dan Permendagri No 70 /2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah, SIPD serta Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Kodefikasi, Nomenklatur SIPD.

Karena itu pasangan gubernur terpilih harus memiliki kemampuan berinovasi, beradaptasi agar selalu update, yang juga merupakan ciri dari generasi milenial. Pasangan ini juga harus mampu membangun 5 Kapasitas (5 K) dan 5 Budaya Kerja ( 5 AS). 5 K. Terdiri dari Kompetensi, Komitmen, Konsistensi, Koneksitas, dan Kecepatan atau Speed.

Era digitalisasi Gubernur terpilih harus memiliki speed atau kecepatan. Kalau dianalogkan dengan perkembangan teknologi komputer, dan ingin ada percepatan, maka pasangan gubernur terpilih tidak lagi berstatus “Pentium 1” generasi komputer tahun 1990-an tetapi sudah berstatus “Pentium 4”, generasi komputer tahun 2000 an.

Hasil survey Tempo tahun 2017 terhadap pemimpin daerah yang berprestasi dan dinilai memiliki kecepatan tinggi karena kemampuan digitalisasinya antara lain Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Tri Rismaharini , Wali Kota Surabaya, Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng, Hasto Wardoyo bupati Kulon Progo dan Danny Pomanto Wali Kota Makassar.

Dari gambaran di atas tentunya bila berkeinginan Sulawesi Tengah menjadi bagian dari Indonesia Hebat 2045, maka para calon Gubernur dan pasangannya yang ikut berkontestasi di Pilkada Sulteng 2020, kiranya harus memenuhi kriteria dan contoh yang telah dikemukan di atas.

Peran pemilik hak usung dalam melahirkan pasangan calon sesuai harapan menjadi “filter pertama”. Selanjutnya pemilik hak suara sebagai “filter kedua” harus diberi pilihan untuk memilih pasangan-pasangan terbaik. Bila mekanisme ini belum terbangun, maka harapan masyarakat Sulawesi Tengah untuk keluar dari kemiskinan yang tinggi dan menerapkan secara baik transformasi pembangunan yang berbasis digital belum bisa berharap banyak. Sesungguhnya di tangan pemilik hak usung dan pemilik hal suara letak harapan itu. SEMOGA

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia