PALU EKSPRES– Sejumlah selebriti merekomendasikan tontonan menarik versi mereka masing-masing untuk dinikmati orang-orang yang sedang menerapkan work from home (WFH) di tengah wabah Covid-19. Film-film ini diharapkan bisa menghibur para pecinta film yang tengah dilanda kebosanan lantaran harus berada di dalam rumah demi tidak terjangkit Korona.
Artis-artis seperti Hannah Al Rasyid, Lukman Sardi, Adinia Wirasti, Dennis Adishrawa, Adipati Dolken, Sheila Timothy dan Salman Aristo merekomendasikan sejumlah tontonan yang dapat dinikmati di rumah. Berikut ulasannya:
1. Hannah Al Rashid: When They See Us
Hannah Al Radyid merekomendasikan When They See Us yang dinilainya merupakan film serial yang amat menarik karena menggugah rasa kemanusiaan kita atas perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif.
“When They See Us adalah serial yang sangat penting. Ava Duvernay membawa kita dalam sebuah perjalanan kemanusiaan paling menyakitkan dan memilukan mengenai lima bocah laki-laki yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh masyarakat dan sistem pengadilan yang rasis. Tidak ada serial lain yang menggerakkan saya seperti ini,” kata Hannah Al Rashid.
When They See Us diangkat dari kisah nyata yang menceritakan tentang lima remaja yang divonis bersalah atas kasus pemerkosaan yang tidak mereka lakukan. Kelima remaja ini adalah Antron McCray, Kevin Richardson, Yusef Salaam, Raymond Santana, dan Korey Wise, yang dijuluki sebagai Central Park Five.
2. Dennis Adishwara: The Naked Director
Serial ini mengikuti jatuh-bangun perjalanan Toru Muranishi, seorang sutradara video film dewasa di Jepang yang menentang norma-norma budaya kuno di negaranya demi mengikuti ambisinya. Dennis Adishwara mengatakan, The Naked Director sangat menarik karena bisa di dalamnya terdapat wawasan tentang kewirausahaan yang menarik.
“Pada awalnya, mungkin penonton hanya tertarik dengan premis yang nakal dan berani. Tetapi, penonton sebenarnya sedang disuguhi sebuah ‘materi kuliah’ mengenai kewirausahaan dalam kemasan yang intens, dramatis, dan gila: based on true story!” katanya.
3. Adinia Wirasti: 13 Reasons Why
Serial Amerika ini diangkat dari sebuah novel terlaris karya Jay Asher. 13 Reason Why menceritakan tentang remaja laki-laki bernama Clay Jensen yang menemukan kaset berisi rekaman dari Hannah Baker, teman yang juga tambatan hatinya yang melakukan aksi bunuh diri. Dalam kaset tersebut, Hannah menjelaskan 13 alasan mengapa ia memutuskan mengakhiri hidupnya.
Adinia Wirasti menganggap serial 13 Reasons Why ini menarik karena kita diajak untuk lebih memahami tentang isu kesehatan mental. ” Karena film atau serial seperti ini bisa menjadi sarana kita semua untuk menjangkau mereka yang hidup dengan mental health issues yang membutuhkan dukungan sebanyak-banyaknya,” kata Adinia Wirasti.
4. Adipati Dolken: Money Heist
Adipati Dolken merekomendasikan serial ini karena ada keterkaitan secara langsung dengan kehidupan kita. Dalam mengarungi hidup, kata Adipati, kita harus pandai mengatur strategi berhadapan dengan banyak orang dengan pola pikir berbeda. Money Heist sedikit banyak memberikan gambaran tentang hal itu.
“Menurut saya dalam serial Money Heist atau La Casa de Papel, saya merasa hidup itu kurang lebih mirip seperti sebuah heist. Kita harus pintar-pintar menyusun strategi ketika menjalankannya dan bagaimana kita akan berhadapan dengan pola pikir berbeda setiap manusia,” ujar Adipati Dolken.
Money Heist menceritakan tentang seorang dalang aksi kriminal yang dipanggil dengan sebutan The Professor. Dia yang merencanakan aksi perampokan terbesar dalam sejarah serta mencetak miliaran mata uang Euro di Royal Mint Spanyol. Lelaki ini merekrut delapan orang dengan kemampuan berbeda-beda yang rela melakukan apapun untuk membantunya menjalankan misinya.
5. Salman Aristo: Kingdom
Salman Aristo mengatakan Kingdom menarik untuk ditonton karena mengajarkan kita tentang intrik politik. Ia bercerita tentang sebuah kerajaan yang porak-poranda akibat korupsi dan kelaparan. Sempat tersebar rumor tentang kematian sang Raja. Sang Putra Mahkota juga menjadi korban konspirasi. Ia pun berusaha mengungkap kejahatan terselubung demi menyelamatkan rakyatnya.
“Selain bagus secara pengerjaan, isi serial ini juga tidak satu dimensi. Fokus utamanya tentang masyarakat yang ditantang wabah. Serial ini menjadi berbobot karena mengangkat intrik politik dan kemanusiaannya,” ucap Salman Aristo.
6. Lukman Sardi: Rise of Empires: Ottoman
Lukman Sardi kepincut akan serial ini karena merupakan drama dokumenter tentang sejarah jatuhnya Konstantinopel dari perspektif rakyat Turki. “Saya suka tema yang diangkat di serial ini, terlebih karena saya suka sejarah. Serial ini memiliki cara bertutur yang unik, seperti dokumenter yang dibuat menjadi feature film,” aku Lukman Sardi.
7. Sheila Timothy: Ugly Delicious
Produser film Sheila Timothy tertarik dengan Ugly Delicious karena mengangkat tema tentang wisata kuliner. Film ini menarik bukan semat-mata soal kuliner yang disajikan, tapi juga karena mengulas tentang budaya dan manusianya.
” Film atau serial tentang makanan selalu punya tempat spesial di hati saya. Ini salah satu alasan yang membuat produksi film Tabula Rasa menjadi sangat berkesan dan saya berencana untuk memproduksi food film lagi di tahun ini,” tutur Sheila Timothy.
Ugly Delicious bercerita tentang David Chang yang merupakan koki pemenang penghargaan, tampil dalam sebuah acara yang membawanya keliling dunia untuk berwisata kuliner. David juga ditemani oleh berbagai penulis, aktivis, seniman, dan koki lainnya. Mereka memanfaatkan makanan untuk mendobrak hambatan budaya. (jpc/palu ekspres)






