Selasa, 29 September 2026
Palu  

Kebaktian di Tengah Pandemi Korona, Saat Pendeta Berkhotbah di Depan Bangku Kosong

PALU EKSPRES, PALU – Ada yang lain dari pelaksanaan Ibadah Minggu umat Kristiani di Palu. Bangku- bangku tempat jemaat tampak kosong. Di atas altar, pendeta membacakan Firman Tuhan, membawakan khotbah, memimpin doa. Di sudut lain musik pengiring lagu pujian terdengar merdu memecah sunyi, menyeruak memenuhi langit langit menyusup di sela-sela bangku jemaat yang kosong. Itulah pemandangan ibadah livestreaming yang terpaksa dilakukan demi memutus rantai virus ganas Covid 19.

Enam hari dalam sepekan adalah waktu untuk bekerja mencari karunia Nya di atas muka bumi. Dan satu hari dalam sepekan itu adalah hari untuk menghadap memuji Tuhan. Karena itu tidak ada alasan bagi umat untuk mengelak dan tidak beribadah kepada Nya. Termasuk dalam suasana ketidakpastian global akibat hantaman virus mematikan ini.

Di Jemaat Victory Jalan Ki Hajar Dewantoro Palu, Pendeta Jan Elias Tendean, memimpin ibadah livestreaming. Ada beberapa orang di dekat kompleks gereja mengikuti kebaktian. Namun jumlahhnya hanya sekitar 5 orang. ”Marilah kita siapkan hati kita, kita akan memulai ibadah kita sekaligus kita akan bersama sama dalam ibadah pembukaan pekan paskah,” seru Pendeta Tendean di atas altar.

Bermodal satu buah laptop dan kamera yang menyorot posisinya, Pendeta Tendean memandu ibadah virtual tetap sesuai liturgi. Tidak seperti ibadah konvensional yang menyita waktu hingga sejam lebih, ibadah daring ini berlangsung sekitar 30 menit itu. Walau demikian, liturgi ibadah tetap berjalan. Jika ada yang kurang, hanya puji-pujian yang biasa diisi oleh paduan suara dari kolom, anak sekolah minggu atau kaum bapak. Selebihnya, tata cara ibadah tetap sama seperti ibadah minggu umumnya. Walau tak diikuti anggota jemaat, sesi persembahan (kolekte) pun tetap ada. Menurut dia, anggota jemaat akan mengumpulkan persembahan dari rumah masing masing dan akan disetor ke gereja pada kesempatan berikutnya.

Pendeta Tendean menukil Firman Tuhan dalam Kitab Perjanjian Baru Lukas Pasal 13 : 31-35. Dalam khotbah berlangsung singkat, ia juga menyinggung peringatan Jumat Agung (paskah) yang akan berlangsung pekan ini.

Usai ibadah, Pendeta Tendean mengatakan, ibadah livetreaming dilakukan sebagai bentuk dukungan imbauan pemerintah, memutus mata rantai persebaran virus maut ini. Semua ini kata dia dilakukan perkembangan virus korona tidak menyebar dan kehidupan sosial kembali seperti sedia kala. (kia/palu ekspres)

302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.