Rabu, 30 September 2026
Palu  

Tangani Wabah, Pemkot Palu Refocusing Anggaran Rp37 Milyar.

index

PALU EKSPRES, PALU– Gelaran Musrenbang RKPD Kota Palu tahun 2021 dengan aplikasi zoom cloud meeting berjalan lancar, Kamis 9 April 2020. Sejumlah rencana pembangunan dibahas dalam rapat virtual ini. Termasuk refocusing anggaran untuk menangani wabah Virus Corona Disease (Covid 19) dalam rencana perubahan APBD tahun 2020

Rapat online yang dibuka Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, H Asri ini diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) serta Camat se Kota Palu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palu, Arfan, menjelaskan, Pemkot berencana memfokuskan (refocusing) anggaran sebesar kurang lebih Rp37milyar untuk melaksanakan program dan kegiatan pencegahan serta penanganan wabah covid 19.

Anggaran itu rencananya akan digunakan antara lain biaya operasional 6 posko-posko pencegahan. Yang saat ini sudah berdiri diseluruh perbatasan darat. Bandara udara dan dermaga transportasi laut. Termasuk operasional pada seluruh posko ditingkat kecamatan dan kelurahan.

“Pemkot juga telah membuka posko induk untuk pemeriksaan kesehatan,”kata Arfan.

Sementara untuk program penanganan, refocusing anggaran itu rencananya untuk membiayai kegiatan kegiatan terkait layanan medis akibat wabah serta keperluan peralatan medis.

Selain itu juga akan dipersiapkan sebagai anggaran jaringan pengaman sosial bagi warga tak mampu yang menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP)  dan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid 19.

Secara umum lanjut Arfan, refocusing anggaran tersebut akan dibahas lebih jauh bersama OPD dalam bentuk Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahun 2021. Demikian terhadap seluruh rencana program anggaran dan kegiatan tahun 2021 mendatang.

“Hasilnya akan diserahkan ke DPRD secara formalitas. Agar ada keterpaduan hasil reses dan Musrenbang,”kata Arfan.

Dia menambahkan terdapat 12 isu strategis pembangunan Kota Palu tahun 2021 mendatang. Yakni
Peningkatan kualitas sistem informasi daerah. Pengembangan, pembangunan pendidikan berkualitas murah dan terjangkau. Pengembangan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Penurunan angka kemiskinan kota. Peningkatan kandirian ekonomi masyarakat perkotaan. Rasionalisasi birokrasi pemerintah daerah, pengembangan sistem transportasi umum.

Peningkatan kualitas infrastruktur kota berbasis budaya. Peningkatan kualitas lingkungan dan pemukiman kota, pembangunan berbudaya dan beradat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami, likuefaksi dan penanganan penyebaran wabah penyakit.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, H Asri mengatakan, Musrenbang kali menjadi Musrenbang RKPD terakhir untuk masa periode Pemerintahan Wali kota, Hidayat, dan Wakil, Sigit Purnomo Said.

Forum ini merupakan perencanaan tahunan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat. Sekaligus sebagai wadah partisipasi dalam menghasilkan rencana program dan kegiatan yang lebih aspiratif dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Proses penjaringan aspirasi masyarakat secara berjenjang menurutnya adalah rangkaian proses teknokratik dalam penyusunan dokumen RKPD. Yang dilakukan ertahap dan partisipatoris. Mulai tingkat kelurahan, kecamatan, forum OPD, hingga Musrenbang Kota Palu.

“Saya berharap semua peserta dapat lebih serius membicarakan isu-isu ketangguhan bencana baik bencana alam maupun non alam yang sifatnya strategis menjadi lebih detaik, lebih rinci, dan lebih operasional, sehingga tema tentang tangguh bencana dapat terealisir dan saya berharap semuanya dapat dibedah secara utuh dan serius,”kata Sekkot mewakili wali kota,membuka Musrenbang.

Untuk recovery kebencanaan, wali kota kata Sekkto berharap semua pihak  dapat memiliki pemahaman yang utuh, perspektif yang kontekstual terhadap permasalahan kota Palu pada tahun ini dan tahun depan. Utamanya dikaitkan dengan masalah utama apa yang sedang dihadapi.

“Khususnya pemulihan mata pencaharian masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas,”sebutnya.

Karenanya Sekkot berharap penyusunan program dan aksi-aksi nyata di lapangan bisa menjawab berbagai permasalahan dan bisa menukik untuk mencapai sasaran dalam dokumen RPJMD. (mdi/palu ekspres)

302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.