Rabu, 28 Oktober 2026
Palu  

Belajar Daring, Tak Punya Pulsa Data, Cari Internet hingga ke Silae

IMG_20200412_223357

PALU EKSPRES, PALU – Suasana gerah di dalam tenda UNHCR terasa menyiksa. Peluh meleleh di kening. Bocah perempuan itu tampak serius berkutat dengan buku-bukunya. Sambil mengelap keringat, ia terus fokus dengan pelajarannya sambil sesekali melirik smartphone di dekatnya. Mencocokan jawaban dengan tugas yang diberikan gurunya melalui hape. Di dekatnya duduk adik bungsunya, kerap mengganggu kakaknya yang berusaha fokus.

Di adalah Dina Dwi Wayhuni (11) pelajar kelas 4 SDN Inpres Balaroa. Ia harus menyelesaikan tugas bejibun dari sekolahnya. Tugas yang tidak bisa ditunda, karena tugas lainnya terus berdatangan dari sekolahnya. Namun Dini tidak bisa menyelesaikan tugas sekolahnya secepatnya. Bukan karena ia tak punya waktu. Bukan pula karena harus membantu sang ibu Murdiyah (35). Dini mengaku sering kehabisan pulsa data untuk menyelesaikan tugas tugas yang harus menggunakan internet. Mulai dari komunikasi dengan guru maupun mencari bahan pendukung yang sebagian besar harus diperoleh dari internet.

Dina mengaku tidak bisa setiap saat harus membeli pulsa data internet. Kakaknya Widya Nur Aulia yang duduk di kelas 2 SMP Negeri 13 Palu, juga membutuhkan pulsa data yang tidak sedikit. Bahkan kebutuhannya lebih besar karena tugas-tugas sekolah yang terus bertambah. Kebutuhan pulsa data menurut Murdiyah tergolong tinggi. Untuk kakaknya yang sekolah di SMP Negeri 3 Palu, pulsa senilai Rp50 ribu dipakai tak sampai dua pekan. Jika dua-duanya harus dibelikan pulsa diakuinya agak berat.

Namun ia tidak kehabisan akal. Saat pulsa data sedang seret. Maka giliran sang ibu sendiri yang pontang panting, agar kedua anaknya tidak ketinggalan pelajaran dari sekolah. Mulai dari mengambil tugas di sekolah hingga mengantar anak-anaknya mencari kerabat yang punya jaringan internet terpaksa dilakukannya. Sejak belajar daring diterapkan oleh sekolah, Murdiyah mengaku, ia harus mengantar kedua anaknya secara bergantian ke Kelurahan Silae, yang berjarak
sekira lima kilo dari kediamannya di Shelter Tenda Balaroa. ”Di sana ada kakak punya hape. Pulsanya banyak. Dipinjam dulu atau minta dibukakan hotspot,” katanya.

Murdiyah mengaku, penghasilannya dari menjahit masker maupun penghasilan suami sebagai pengecat di perusahaan mebel, tidak bisa semuanya digunakan untuk membeli pulsa data untuk dua anaknya. Masih banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, khsusnya pangan dan sandang.

Bahkan walau berstatus penyintas liquefaksi Balaroa, keluarga kecil ini dipastikan tidak mendapat hunian sementara baik yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi maupun yang dibangun Kementerian PUPR. ”Kami hanya ngontrak rumah di Perumnas Balaroa dulu,” ungkap Murdiyah sambil terus meneruskan jahitannya.

Cerita soal kendala belajar daring tak hanya datang dari anak-anak Murdiyah. Salah satu tetangganya di Shelter Tenda Balaroa juga mengaku, bahkan tidak bisa lagi mengikuti perkembangan pelajaran di sekolahnya.
Salah seorang ibu mempunyai anak perempuan bernama Rizky. Ia pelajar kelas 1 SMA Negeri 4 Palu. Sejak belajar daring diterapkan tak bisa mengikuti pelajaran yang diberikan guru-gurunya. Rizky ungkap ibunya tidak mempunyai smartphone. ”Dulu anak saya punya hape, tapi dijual karena ada kebutuhan penting,” katanya menambahkan.

Dampak wabah Coronavirus Desease 2019 (covid 19), memaksa pemerintah akhirnya meliburkan sekolah mulai dari pra sekolah (PAUD) TK hingga SMA. Pihak sekolah mewajibakn anak didik mengikuti pelajaran melalui jaringan internet. Sayang, kebijakan jalan tengah ini belum sepenuhnya mengatasi masalah. Banyak di antara anak-anak didik itu yang tak punya perangkat memadai. Jika pun ada, maka pulsa data akan menjadi kendala berikutnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Palu, Syamzaini mengatakan, pihaknya sangat fleksibel menerapkan kebijakan ini. Sekolah katanya menyadari tidak semua siswa punya perangkat. Kalau pun punya, tidak semua orang tua menyiapkan data setiap saat untuk anaknya. Syamzaini mengaku, menugaskan setiap wali kelas untuk memantau anak didiknya. Jika ada siswa yang tidak mempunyai handphone android, maka guru menitip pesan kepada teman sekelas yang dekat dengan siswa yang bersangkutan agar bisa menyelesaikan tugasnya selama masa pandemi ini. ”Tapi kami akan fleksibel. Tidak menyusahkan anak-anak dari sisi nilai. Ini masa darurat yang perlu pendekatan secara bijak,” tutupnya. (kia/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam