Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Ketimpangan, Kemiskinan dan Kondisi Fiskal Tantangan Pemimpin Baru Sulteng 2021-2026

Hasanuddin Atjo. Dok

Oleh  Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulawesi Tengah)

EVALUASI Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas dalam Penghargaan Pembangunan Daerah, PPD tahun 2020 memposisikan Sulawesi Tengah berada di peringkat 15. Prestasi ini dinilai oleh sejumlah pihak tidak terlalu mengecewakan, karena wakil dari wilayah Sulawesi hanya menyisakan Provinsi Sulawesi Tengah dikelompok 20 besar dan Sulawesi Utara dikelompok 10 besar.

Dari 24 indikator pembangunan yang dinilai, terdapat tiga indikator yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin baru Sulteng hasil Pilkada tahun 2020, yaitu ketimpangan, kemiskinan serta kondisi maupun kebijakan fiskal. Ketiga tantangan itu harus menjadi bagian Visi-Misi pemimpin baru yang diterjemahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, RPJMD Sulawesi Tengah tahun 2021-2026 sebagai pijakan kebijakan pembangunan tahunan RKPD, Rencana Kerja Pemerintah Daerah dalam bentuk program dan kegiatan.

Bencana multidampak gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018, dinilai ikut berkontribusi terhadap makin parahnya angka ketimpangan, kemiskinan dan kondisi fiskal di Provinsi Sulawesi Tengah. Belum selesai membenahi sejumlah indikator pembangunan, daerah ini juga ikut terdampak oleh bencana non-alam berupa pandemic Corona Virus Desease, Covid-19 yang antara lain kebijakan terhadap refokusing atau pengalihan anggaran pembangunan daerah untuk kepentingan penanggulangan Covid-19.

Nilai rasio gini yang menggambarkan ketimpangan pendapatan antar individu serta indeks Wiliamson yang menggambarkan ketimpangan pendapatan antar wilayah atau kabupaten/kota di tahun 2019 cenderung meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 rasio gini daerah ini sebesar 0,317 meningkat menjadi 0,330 di tahun 2019. Selanjutnya indeks Wilamson di tahun 2018 sebesar 0,538 meningkat menjadi 0,568 di tahun 2019. Sebagai contoh rentang pendapatan perkapita antar wilayah di tahun 2019 bervariasi dari 29 juta/tahun – 170 juta/tahun.

Angka kemiskinan dalam lima tahun terakhir cenderung turun sebesar 1,3 persen atau sekitar 0,25 persen per tahun. Di tahun 2018 angka kemiskinan sebesar 13,69 persen dan turun menjadi 13,18 persen di tahun 2019. Meskipun ada penurunan, namun yang menjadi persoalan baru adalah meningkatnya indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan di tahun 2019 yang bermakna bahwa jumlah orang miskin yang berada jauh dibawah garis kemiskinan semakin besar.

Ketimpangan dan Kemiskinan di Sulawesi Tengah cenderung disumbangkan oleh kabupaten/kota yang berbasis pangan dan pariwisata yang ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani, NTP gabungan provinsi ini dalam lima tahun terakhir berada di bawah 100 persen, yang maknanya indeks yang diterima petani lebih kecil dari indeks yang dibayarkan. Berbeda dengan kabupaten/kota yang berbasis tambang dan jasa, angka rasio gini dan kemiskinannya cenderung rendah. Terkait dengan hal itu, desa merupakan salah satu sumber kemiskinan di provinsi ini.

Berdasarkan Indeks Desa Membangun, IDM tahun 2019, terungkap dari 1.842 desa di 167 kecamatan pada 12 kabupaten, jumlah desa sangat tertinggal sebanyak 140 desa (7,60 persen), desa tertinggal 952 desa (51,68 persen), desa berkembang 696 desa (37,79 persen), desa maju 53 desa (2,88 persen), dan desa mandiri hanya satu desa (0,05 persen). Dan berdasarkan Peraturan Presiden nomor 63 tahun 2020, Provinsi ini masih menyisahkan tiga daerah tertinggal yaitu kabupaten Donggala, Sigi dan Tojo Unauna.

Kondisi dan kebijakan fiskal menjadi salah satu kekuatan untuk memperbaiki indikator kinerja pembangunan daerah, terutama indikator ketimpangan dan kemiskinan. Pada tahun 2019 Pendapatan Provinsi Sulawesi Tengah sekitar 4,171 triliun rupiah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, PAD sekitar 1,033 triliun rupiah; Dana Perimbangan dari Pusat sekitar 3,093 triliun rupiah serta sumber pendapatan yang dianggap sah sekitar 0,045 triliun rupiah. Selanjutnya pemanfaatannya terdiri dari gaji dan tunjangan pegawai sebesar 1,396 triliun rupiah, belanja langsung (honorarium, belanja barang dan jasa serta belanja modal) sekitar 1,765 triliun rupiah serta belanja tidak langsung (hibah, bansos, bagi hasil ke kabupaten/kota, bantuan keuangan ke kabupaten/kota dan belanja tak terduga) sekitar 1,010 triliun rupiah.

Pelaksaaan pembangunan ke depan tentunya harus adaptif dengan regulasi terkait pananggulanan bencana non-alam seperti Pandemic Covid-19 yaitu pembangunan yang berorientasi kepada konsep Kenormalan baru atau New Normal, yaitu pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan standar operasional prosedur, SOP berkaitan pencegahan dan penanggulangan bencana non alam. Regulasi sangat relevan dengan tuntutan penerapan digitalisasi di era Industri 4.0 bagi sejumlah pembangunan.

Berdasarkan uraian yang telah diulas, menunjukkan bahwa pemimpin daerah terpilih hasil pilkada 2020 harus memahami tantangan yang dihadapi oleh daerahnya, dan mampu melahirkan sejumlah solusi yang implementatif. Mampu mengitegrasikan visi-misinya kedalam RPJMD 2021-2026 sebagai pijakan pembangunan tahunan RKPD. Peran partai pengusung sangat srategis dalam melahirkan figur-figur yang inovatif, adpatif dan update yang akan ikut berkontestasi agar menjadi bagian dari Indonesia maju, Indonesia hebat tahun 2045.

Demikian pula halnya pemilik hak suara dalam menyalurkan hak suaranya kiranya tidak lagi terperangkap dengan politik traksaksional yang selama ini menjadi salah satu kelemahan dalam melahirkan pemimpin daerah. Peran penyelanggra dan pengawas Pilkada juga bisa menyesuaikan dengan tuntutan perubahan. Harus terbangun semangat untuk berubah, apalagi daerah dalam kurun waktu dua tahun ini mengalami dua musibah besar yaitu bencana alam multidampak tahun 2018 dan bencana non alam Covid-19. SEMOGA. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia