Minggu, 9 Agustus 2026

Muhammadiyah Gabungkan Kampus-kampus Kecil

JAKARTA, PE – Pemerintah mendorong dilakukan merger atau penggabungan kampus-kampus kecil atau yang tidak sehat. Menindaklanjuti hal itu, Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah sedang melebur sejumlah kampus di beberapa daerah.

Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Suyatno mengatakan, merger bakal dilakukan tiga kampus Muhammadiyah di Palopo.

Ketiga kampus itu adalah Akbid Muhammadiyah Palopo, STKIP Muhammadiyah Palopo, dan STIE Muhammadiyah Palopo.

’’Ketiganya akan di-merger. Nama barunya nanti Universitas Muhammadiyah Palopo,’’ kata Suyatno di Jakarta kemarin.

Tiga perguruan tinggi Muhammadiyah di Lamongan juga akan dilebur menjadi satu. Lalu berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Merger juga dilakukan di Stikes Muhammadiyah Samarinda dan STIE Muhammadiyah Samarindaa.

Hasil peleburan dua kampus itu nanti bernama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Selain itu, dua kampus Muhammadiyah, masing-masing di Kendal dan Kuningan juga dalam proses merger.

Bendahara umum PP Muhammadiyah itu mengatakan, saat ini jumlah kampus di bawah naungan Muhammadiyah ada 165.

’’Idealnya cukup 100 kampus saja, sehingga lainnya dilebur,’’ jelasnya. Kampus yang dilebur kebanyakan berjenis sekolah tinggi. Dia ingin kualitasnya naik ketika sudah berganti menjadi universitas.

Dia mendukung program merger kampus-kampus kecil supaya perkuliahan berjalan lebih baik. Meski begitu, diakuinya proses marger tidak mudah.

Syarat yang memberatkan adalah perguruan tinggi minimal harus satu kali meluluskan mahasiswa baru bisa merger. Syarat berikutnya adalah akreditasi perguruan tinggi yang akan merger minimal B.

’’Seharusnya selama kampus yang di-merger masih satu yayasan, dipermudah,’’ jelasnya.

Kecuali jika kampus yang yang dilebur itu berbeda yayasan, pasti ada perdebatan yayasan satunya kebagian apa dan seterusnya. Dia berharap Kemenristekdikti tidak mempersulit proses merger kampus-kampus kecil, selama masih dalam satu yayasan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir berharap kampus-kampus kecil dan tidak mampu membiayai operasionalnya supaya bergabung dengan kampus lain. ’’Silahkan merger sendiri. Pemerintah siap memfasilitasi,’’ katanya.

Nasir menegaskan, pemerintah tidak memaksa untuk merger. Proses penggabungan kampus harus didasari atas sikap sukarela dari yayasannya.

Dia mengakui bahwa proses merger paling mudah jika dilakukan dalam satu yayasan. Dia mengatakan dengan penggabungan, maka perguruan tinggi hasil merger bisa menjadi kuat.

Saat ini jumlah kampus di Indonesia mencapai 4.405. Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa.

Bandingkan dengan Tiongkok. Jumlah penduduknya 1,357 miliar, namun jumlah kampusnya hanya 2.824 unit.

(wan/oki/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital