Jumat, 18 September 2026

Sulteng Butuh yang Paham dan Mampu Realisasikan Skenario

Dr. Hasanuddin Atjo, MP. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo

Desember di tahun 2020  ada 270 daerah di Indonesia melaksanakan Pilkada serentak memilih gubernur, bupati dan walikota untuk priode lima tahun mendatang. Pilkada kali ini sangat berbeda dengan Pilkada sebelumnya  karena dunia sedang diperhadapkan pada kondisi krisis ekonomi global.  Bahkan dikuatirkan mengarah kepada depresi ekonomi akibat pandemic Covid-19. Selain itu tatacara pelaksanaannya juga berubah menyesuaikan protokol Covid 19, social distancing.

Ini tentunya akan manjadi catatan penting bahwa kepala daerah yang terpilih harus paham  dan mampu merealisasikan skenario dalam rangka menata, membangun kembali kinerja ekonomi maupun sosial di masing masing daerah yang sudah jatuh terpuruk. Dan kesemuanya berpulang kepada komponen penentu, yaitu para pemilik hak usung dan pemilik hak suara. Semua berharap akan terjadi perubahan orientasi dari komponen penentu tadi, agar bisa melahirkan sang change leader and leadership (pemimpin perubahan) seperti yang diharapkan.

Menurut IMF, Internasional Moneter Fund , bahwa ekonomi global pada tahun 2020 diprediksi mengalami konstraksi pertumbuhan minus 4,9 (-4,9) poin dan Indonesia hanya akan tumbuh disekitar -0,3 poin. Pertumbuhan ekonomi negatif di satu wilayah bermakna bahwa nilai investasi ditambah dengan ekspor di wilayah itu lebih kecil daripada nilai konsumsi ditambah nilai impor.

Diinformasikan pula akibat Covid 19, sejumlah sektor usaha produksi dan jasa mulai skala kecil hingga skala besarpun di hampir semua negara telah tutup dan berhenti berproduksi. Terjadi Pemutusan Hubungan Kerja, PHK di sejumlah sektor termasuk di Indonesia. Hingga Juni 2020 jumlah tenaga kerja formal di Indonesia yang telah dirumahkan atau di- PHK mendekati 4 juta orang dan non formal 9 juta orang.

Terkait dengan dampak Covid-19, kemampuan bertahan sebuah negara terhadap krisis ekonomi seperti ini akan bergantung kepada seberapa besar cadangan devisa negara tersebut. Indonesia meski pertumbuhan ekonominya tidak separah negara lain (misalnya Italia – 12,8 persen), namun negara kita cadangan devisa tidak begitu baik, sehingga rentan bila Covid-19 akan berkepanjangan.

Provinsi Sulawesi Tengah selain menghadapi krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19, juga belum selesai melaksanakan recovery ekonomi akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi tanggal 28 September tahun 2018. Kedua masalah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin daerah yang terpilih pada Pilkada tahun 2020.

Ada tiga Output atau target yang harus dirancang dan direalisasikan pemimpin baru Sulteng. Pertama membangun masyarakat Sulteng yang tangguh terhadap bencana dalam artian memiliki ketahanan ekonomi yang baik, adaptif dan tidak panik oleh situasi bencana. Wujudnya antara lain kemiskinan dan ketimpangan pendapatan mampu diminimalisir. Pemimpin baru mampu membangun sector- sektor potensial seperti pangan, pariwisata, UMKM dan tidak hanya terperangkap oleh daya tarik sektor tambang nikel, gas, dan emas serta galian C yang justru menjadi salah satu sebab rusaknya lingkungan, tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan.

Kedua mampu menerapkan filosofi kereta kuda (provinsi dihela oleh 13 kabupaten/kota) dalam menyusun perencanaan dan implementasinya agar terjadi kesetaraan maupun pemerataan pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi kabupaten dan kota masing-masing. Apalagi posisi strategis Sulteng terhadap Ibukota baru di Kalimantan Timur harus bisa dimanfaatkan.

Ketiga adalah mampu merancang dan mengimplementasikan sebuah pembangunan yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip Sustanable Development Goals, SDGs yaitu pembangunan yang fokus kepada 17 goals atau tujuan. Di antaranya adalah tanpa kemiskinan maupun kelaparan, terbangunnya ekosistem daratan maupun lautan yang kuat. Ini penting mengingat sejumlah kabupaten di Sulteng rentan dengan banjir bandang akibat pengelolaan lingkungan daratan yang tidak berpola.

Dari bahasan yang telah diuraikan di atas memberi gambaran bahwa calon pemimpin yang terjaring dan lolos untuk dipilih dalam Pilkada tahun 2020 benar-benar memiliki kemampuan yang tidak diragukan. Harus inovatif, adaptif dan update mengingat saat ini era industri 4.0, era digitalisasi dan era distrupsi. Tidak hanya sekedar populer, dan dibesarkan oleh sebuah skenario pencitraan.

Terakhir kiranya artikel ini nantinya bisa menjadi satu referensi dalam menjatuhkan pilihan pada Pilkada Sulawesi Tengah tahun 2020 untuk melahirkan “sang change leader and leadership, sang pemimpin perubahan”. Kesempatan tidak datang dua kali. SEMOGA

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam