Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

408 Lansia Dapat Bantuan Modal Usaha dari YEU

Soti Mili (kiri) dan Pariono, usai menerima bantuan modal usaha dari YEU di Desa Ngatabaru, Sigi Biromaru, Selasa (28/7). Foto: Dokumentasi Zahra - YEU

PALU EKSPRES, SIGI-   Raut wajah Soti Mili (71) dan Pariono (66) terlihat sangat senang usai menerima bantuan modal usaha dari YAKKUM Emergency Unit (YEU) Area Palu, Selasa (28/7/2020), di halaman rumah Hawida salah satu kader lansia di Desa Ngatabaru, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Kebahagiaan mereka bukan tanpa alasan, mereka berdua merupakan bagian dari 38 lansia yang mendapatkan bantuan dari YEU. Kegiatan pemberian bantuan modal usaha ini dipantau langsung oleh Humanitarian Coordinator HelpAge International, Fadhillah Hanum.

Bantuan modal usaha bagi Soti sangatlah berarti. Baginya, bantuan ini akan membantu untuk membeli bibit kacang merah, sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarganya. Apalagi saat ini ia juga harus menafkahi empat orang, istrinya yang sudah renta dan kedua anak lelaki yang bekerja serabutan.

Kepala Desa Ngatabaru, Asmur Lamatenggo menyampaikan terima kasihnya kepada YEU dan HelpAge International karena telah memperhatikan lansia di desanya. “Saya berharap agar bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya untuk usaha, bukan untuk yang lainnya,” harap Asmur.

Sementara itu, ketua Organisasi Lansia Ngatabaru “Sintuvu Maroso”, Zaenudin, menyatakan ungkapan rasa bahagia karena dari pihak YEU sudah melakukan pendataan dari beberapa bulan lalu. Namun karena kondisi merebaknya pandemi COVID-19, sehingga jadi tertunda. “Akhirnya bantuan ini  bisa cair, padahal sudah banyak lansia yang mempertanyakan soal ini,” terangnya.

Menurutnya, dukungan modal usaha ini memang diusulkan oleh pengurus dan beberapa lansia yang sudah menerima bantuan tahap pertama. Memang, proses kali yang kedua ini sedikit memakan waktu, karena saat penyusunan rencana usaha bersamaan dengan mewabahnya COVID-19 di lembah Palu. Namun dari pihak YEU melakukan pendampingan penyusunan rencana usaha dengan menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah peserta terbatas dari RT ke RT.

Pada tahap kedua di Ngatabaru ini, dari 38 lansia sebanyak 26 orang mengusulkan beternak kambing. Sisanya berdagang dan bertani. Sementara pada tahap pertama 41 orang lansia dapat bantuan dan 35 diantaranya beternak kambing. Saat ini terdapat sekitar 500 ekor kambing di Ngatabaru. Itu berarti setiap lansia memiliki delapan ekor kambing.

Menurut penanggung jawab program YEU mitra HelpAge International, Henricus Hari Wantoro, tujuan pemberian modal usaha produktif bagi orang lanjut usia adalah untuk memulihkan dan meningkatkan sumber penghasilan keluarga lansia pasca bencana gempa 28 September 2018 lalu.

“Pemberian modal usaha ini dilakukan oleh YEU yang bermitra dengan HelpAge International dan untuk kelancaran penyaluran kami bekerjasama dengan BPD Sulteng cabang Sigi,” ujarnya sembari menambahkan bahwa total bantuan diberikan saat ini sebanyak Rp 312 juta  yang akan diberikan dalam dua termin. Termin pertama ini diterimakan 60 persen dan termin kedua 40 persen.

Di depan para penerima manfaat, Henricus mengatakan bahwa penerima manfaat akan selalu dimonitoring sejauh mana penggunaan dananya. “Dalam dua puluh hari ke depan kami akan melakukan pendampingan penggunaan dananya. Hasilnya sebagai penentu pemberian bantuan untuk termin berikutnya,” tegasnya.

Dalam beternak kambing bagi lansia, kata Henricus perlunya pembuatan kandang panggung, memperhatikan kebersihan kandang, penanaman pakan untuk berjaga di musim kering dan pemanfaatan kotoran kambing untuk pupuk. Sedangkan untuk usaha pertanian pihaknya sangat mendukung cara-cara alami seperti yang selama ini sudah dilakukan warga Tompu, salah satu dusun di Ngatabaru.

Untuk diketahui, pada bulan Januari 2020 YEU telah memberikan bantuan modal usaha kepada 370 lansia di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Di Kota Palu yakni Kayumalue Pajeko, Kayumalue Ngapa dan Pantoloan Boya, sementara di kabupaten Sigi yang mendapat bantuan adalah Desa Bangga dan Ngatabaru. Sehingga jumlah total lansia penerima bantuan modal usaha sebanyak 408 orang. (Humas YEU/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital