Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

BBI DKP Sulteng Harus Ciptakan Calon Induk Berkualitas

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Arif Latjuba di hadapan staf UPT Perbenihan serta staf unit perbenihan usai panen perdana ikan Nila Gesit di tambak UPT Balai Perbenihan dan Perikanan DKP Sulteng di Rarantea Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Jumat (21/8/2020). Foto: Abidin/PE

PALU EKSPRES, SIGI– Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Drs Muh. Arif Latjuba meminta agar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbenihan dapat menciptakan calon induk yang berkualitas yang bisa disebar ke unit perbenihan rakyat (UPR). Hal itu sebagai upaya menjaga ketersediaan benih dapat terus terjaga di balai benih yang dimiliki oleh masyarakat.
“Kita bantu UPR dengan memberikan calon induk. Tapi calon induk hasil dari kita,” kata Arif Latjuba di hadapan staf UPT Perbenihan serta staf unit perbenihan usai panen perdana ikan Nila Gesit di tambak UPT Balai Perbenihan dan Perikanan DKP Sulteng di Rarantea Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Jumat (21/8/2020).
Ketersediaan benih yang terus terjaga lanjutnya, menjadi salah satu bentuk dukungan DKP khususnya UPT Perbenihan kepada UPR. Selanjutnya, DKP Sulteng melalui UPT Perbenihan melakukan sertifikasi kepada para UPR yang ada.
Setelah semuanya itu sudah dilakukan oleh UPT Perbenihan tambahnya, akan meminimalisir keluhan penyediaan bibit berkualitas, yang muaranya semuanya tertuju ke DKP.
“Ketika ditanya mana bibit dari BBI, hanya bisa dijawab tidak ada karena tidak sanggup mengadakan karena keterbatasan. Beli dari UPR, maka dikomplenlah UPR. Ternyata dari UPR memang (bibitnya) dari generasi ke berapa. Ini mungkin yang harus kita pelajari,” kata Arif.
Adapun nantinya benih ikan yang diproduksi oleh setiap BBI namun tidak tertampung oleh para UPR, menurut Arif, pembesarannya bisa lakukan oleh BBI. Sebab, program besaran benih ikan bukanlah menjadi skala prioritas bagi setiap BBI, melainkan hanya sebagai sampingan.
“Pembesaran itu sebenarnya adalah sampingan. Sampingan itu mana kala kita melimpah benihlantas kita besarkan. Yang lebih penting itu adalah kita meniciptakan benih dan menciptakan calon induk,” ujarnya. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital