Selasa, 29 September 2026
Palu  

Aliansi KIBAR Minta Hentikan Perampasan Tanah Petani

PERINGATI HARI TANI - - Gabungan organisasi pemerintah meminta proyek-proyek yang merugikan petani dihentikan. Foto: KIA/PE

PALU EKSPRES, PALU – Memperingati Hari Tani 24 September 2020, Aliansi KIBAR Petani yang didalamnya beranggotakan
WALHI, JATAM, KPA Wilayah Sulteng dan sejumlah organisasi nonpemerintah, meminta penghentian sejummlah proyek yang merugikan rakyat. Proyek itu antara lain, PLTA Salo Pebatua 2 serta penghentian kriminalisasi petani yang memperahankan hak mereka.

Seperti yang disampaikan Richard dari WALHI Sulteng, persoalan yang dihadapi oleh petani Sulawesi Tengah kini semakin pelik. Mulai dari ketimpangan penguasaan dan kepemilikan tanah, perampasan tanah kaum tani oleh korporasi perkebunan dan pertambangan serta industri lainnya. Semisal kasus kriminalisasi dan intimidasi serta somasi yang terus menerus dilakukan oleh anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari PT. Mamuang terhadap petani di Kecamatan Rio Pakava ataupun kasus perampasan tanah petani oleh PT. Agro Nusa Abadi di Kabupaten Morowali Utara.

Di sektor pertambangan lanjut dia, alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara menjadi areal produksi pertambangan menunjukkan bahwa negara lebih berpihak kepada investasi dan sama sekali tidak punya keberpihakan terhadap petani. Disamping itu petani tidak dapat mengolah lahannya dan berproduksi karena tercemar akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas pertambangan.

Di dataran tinggi Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi proyek PLTA Pebatua 2 berkapasitas 300 MW di wilayah hulu Sungai Lariang yang akan menyingkirkan masyarakat dari pemukiman dan lahan garapannya. Demikian pula dengan pembangunan PLTA Poso 3 yang akan menyingkirkan akses nelayan tradisional yang menggantungkan nafkahnya dari sungai dan Danau Poso.

Kurangnya dukungan permodalan, teknologi dan akses pasar produk pertanian dari pemerintah semakin menjerumuskan petani ke jurang pemiskinan. Maka tidak heran jika dengan mudahnya petani menjual tanahnya kepada pemodal, tuan-tuan tanah dan tengkulak di pedesaan. Ironisnya alih-alih memberikan dukungan modal, teknologi dan jaminan pasar produk pertanian yang berpihak kepada kaum tani. (kia/palu ekspres)

302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.