Jumat, 18 September 2026

Lakukan Pelanggaran, 188 Penyelenggara Ad Hoc Diperiksa Internal KPU

Komisioner KPU Ilham Saputra. Foto: Dok. JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA – Tantangan pilkada 2020 tidak hanya berasal dari pasangan calon sebagai peserta. Tapi juga dari internal penyelenggara, khususnya para petugas ad hoc di level panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyatakan, KPU memiliki sistem pengawasan internal selain mekanisme sidang etik di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sistem tersebut salah satunya bertujuan untuk memantau kinerja jajaran penyelenggara, termasuk di level ad hoc. ”Kami menerima pengaduan,” ujarnya dalam sosialisasi pencegahan pelanggaran etik kemarin (30/10).
Semua pengaduan yang masuk, lanjut Ilham, akan diproses tim khusus yang dimiliki KPU daerah. Mulai pemeriksaan, proses klarifikasi, hingga pengambilan keputusan. ”Ketika ditemukan indikasi pelanggaran, kami tindak lanjuti dengan memberhentikan sementara, kemudian kami membentuk tim pemeriksa,” imbuhnya.
Jika pelanggaran bersifat ringan, sanksi bisa sebatas peringatan. Namun, jika berat, KPU akan melaporkannya ke DKPP untuk dilakukan pemberhentian tetap. Ada juga sebagian kasus yang dapat diselesaikan tanpa ke DKPP dengan cara pelaku harus mengundurkan diri. ”Misalnya di Kabupaten Mukomuko (Bengkulu), diberhentikan sebagai ketua PPS, yang bersangkutan mengundurkan diri,” kata Ilham.
Pria asal Aceh itu menjelaskan, saat ini sudah ada 188 penyelenggara ad hoc yang dilaporkan. Dua daerah yang paling banyak menyumbang kasus adalah Sumatera Utara dan Papua. Pelaporan terkait dengan dugaan pelanggaran netralitas dan profesionalisme penyelenggara.
Dari jumlah tersebut, perkara 179 orang sudah selesai ditangani. Sementara 9 lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Hasil pemeriksaannya beragam. Ada yang mendapat sanksi ringan hingga pencopotan. ”Di Kabupaten Fakfak Barat ada yang pemberhentian tetap,” ungkapnya.
Ilham menerangkan, pihaknya membuka pintu pengaduan bagi masyarakat jika ada penyelenggara yang dianggap melakukan pelanggaran. Dia menilai penindakan kepada penyelenggara yang nakal sangat penting untuk memastikan pilkada berjalan baik. ”Sehingga (KPU) dipercaya masyarakat. Ini modal besar bagi kita menyelenggarakan pemilu,” tuturnya.
Anggota DKPP Alfitra Salamm menambahkan, penyelenggara juga dapat memaksimalkan upaya pencegahan pelanggaran etik. Di KPU, keberadaan divisi hukum dapat dimaksimalkan untuk membantu pencegahan pelanggaran etik penyelenggara. ”Keberadaan (divisi hukum, Red) tidak hanya memberikan analisis hukum, tapi juga mencegah pelanggaran,” ujarnya.
Selain itu, Alfitra menyebutkan, KPU dan Bawaslu di berbagai level dapat saling mengawasi kinerja masing-masing. Mulai di TPS, kelurahan, kecamatan, hingga pusat, KPU dan Bawaslu bersifat head-to-head dengan posisi yang setara. Jika proses saling mengawasi berjalan sesuai, dia yakin pelanggaran dapat diminimalkan.
Terakhir, kepada semua penyelenggara, Alfitra meminta menjaga netralitas dan profesionalisme. Sebab, tugas mereka dipertanggungjawabkan bukan hanya kepada atasan ataupun masyarakat, tapi juga kepada Tuhan. ”Sumpah jabatan jangan sekadar formalitas dan tidak dihayati setiap saat,” pungkasnya. (jpc)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam