Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Satgas Tinombala Pelajari Jalur Baru Kelompok MIT

Brigjen TNI Farid Makruf. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU- Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Sulawesi Tengah, Brigjen TNI Farid Makruf meminta masyarakat untuk tidak lagi memberi dukungan dalam bentuk apapun kepada kelompok teroris jaringan MIT Poso. Sebab menurutnya, hal ini merupakan salahsatu kendala dalam upaya penumpasan kelompok tersebut.
“Saya berharap, tolonglah masyarakat jangan lagi membantu mereka dengan menyiapkan bahan makanan, informasi dimana keberadaan pasukan TNI/Polri,” kata Danrem, Minggu 29 November 2020.
Ia menyebut, aksi-aksi kekerasan kelompok ini sudah sangat keterlaluan.
“Itu stop sudah. Karena kalian lihat kekejaman MIT itu memenggal kepala, membakar orang, merampok, membakar rumah itu sudah sangat keterlaluan,” jelasnya.
Sebaiknya kata dia, masyarakat bersama aparat kembali membangun dan memperkuat benteng sebagai garda bangsa.
“Arahan Kapolda Sulteng bahwa setiap kampung harus punya kentongan. Masyarakat punya handpone yang kalau ada gangguan bisa saling berhubungan satu sama lain dan lapor cepat,”katanya.
Simpul-sumpul kekuatan masyarakat demikian sebut Danrem yang selama ini tidak dilakukan. Yang terjadi masyarakat justru terkesan ‘enggan’ atau takut untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan.
“Entah enggan atau takut. Contohnya penangkapan Bojes dan Ajis di Mamboro, itu setelah dua minggu tanpa masyarakat mau lapor. Nah ini jangan lagi terjadi kalau kita mau sukses dalam operasi ini. Kami ingin kelompok MIT ini segera diatasi secepatnya. Kita akan all out untuk ini,” tegasnya.
Terkait merangseknya jaringan MIT dari Kabupaten Poso ke Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu, Danrem mengaku hal itu terjadi karena aparat sinergitas TNI/Polri telah berhasil menguasai titik-titik persembunyian kelompok ini.
“Dari lokasi Gunung Biru Kabupaten Poso, lalu bergerak ke Parigi Moutong, Sigi dan Palu, itu semua karena analisa kami mereka terdesak di atas gunung biru.
Pasukan Satgas Tinombala lanjut Danrem telah banyak yang ditugaskan untuk mencari jalur-jalur klasik persembunyian kelompok ini. Bahkan berhasil menduduki jalur-jalur persembunyiannya.
“Sehingga mereka merasa terancam kemudian berusaha mencari jalur yang lain. Jalur-jalur baru itu yang kini mereka kuasai. Sekarang kita sedang pelajari dengan pengintaian udara, kemudian tracking dan sebagainya. Kita akan berusaha untuk mengejar mereka,” pungkas Danrem. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital