Kamis, 22 Oktober 2026
Palu  

LS ADI Desak Copot Kajati Sulteng, Terkait Kasus Jembatan IV

DEMO - Aksi LS ADI Sulteng mendesak pencopotan Kejati Sulteng, Rabu 3 Februari 2021. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS ADI) Kota Palu mendesak agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng dicopot dari jabatannya. Desakan ini diserukan dalam aksi unjuk rasa yang digelar, Rabu (3/2/2021) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng.

Pasalnya, Kejati Sulteng hingga saat ini tidak mampu menyelesaikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran hutang jembatan IV Palu yang hampir dua tahun berlalu sejak dimulai. Mastang, koordinator lapangan menyampaikan, keseriusan pihak Kejati Sulteng dalam menangani kasus tersebut perlu dipertanyakan. Bahkan Kejati Sulteng terlihat seperti tanpa taring (ompong). Pasalnya, kasus ini sudah berjalan lebih dari dua tahun lamanya,

Untuk diketahui, Agustus 2020 silam, Kejati Sulteng telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus tersebut. Masing masing berinisial ID dan S dari birokrat Pemkot Palu serta NMR dari PT. Global Daya Manunggal (GDM), Kejati kala itu mengumumkan telah menemukan alat bukti yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi secara bersama-sama demagn melakukan duplikasi pembayaran terhadap item pekerjaan tambahan senilai Rp1,7 miliar dan pembayaran penyesuaian harga eskalasi secara tidak sah tanpa review dari APIP seperti BPKP senilai Rp12 miliar.

Pembayaran yang seharusnya dilakukan pada tahun 2007 sehingga merugikan Keuangan negara sekitar Rp14,5Miliar lebih.
Proses persetujuan pembayaran sebelumnya telah dimintakan persetujuan ke DPRD Kota Palu 3 minggu pascabencana tahun 2018 silam. Dimana kondisi Sulteng pada saat itu masih dalam tanggap darurat bencana, melalii rapat rapat Banggar yang tidak procedural dan terindikasi adanya suap menyuap atau gratifikasi dalam proses pembahasan tersebut.

“Bahkan terbukti, sudah ada salah seorang anggota dewan yang telah mengembalikan uang sebesar Rp50 juta yang diduga bagian dari upaya suap/gratifikasi agar pihak DPRD Kota Palu menyetujui pembayaran tersebut,” kata Mastang dalam orasinya.

Selain itu, adanya keterangan dari mantan Wali kota Palu Rusdi Mastura dan mantan Ketua DPRD Kota Palu Ikbal Andi Magga yang pernah diiming-imingi sejumlah uang untuk meloloskan pembayaran hutang tersebut ikut menjadi dugaan kuat adanya tindakan korupsi yang dilakukan secara berjamaah.

Memasuki Februari 2021 penyelesaian kasus ini belum juga menemui titik terang. Tercatat sudah 5 kali LS ADI melakukan aksi dan 2 kali beraudiens langsung dengan pihak Kejati Sulteng. Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka 5 bulan yang lalu – sampai dengan saat ini belum jelas status hukumnya. “Kami menduga ketiga orang tersangka tersebut adalah fiktif. Kemudian, beredarnya info mengensi oknum Kejati terima proyek menguatkan dugaan bahwa Kejati Sulteng sudah masuk angin,”tegasnya.

Menurutnya, pihaknya kini tidak ingin berompromi lagi. Sebab jangan sampai kasus ini bernasib sama dengan kasus-kasus lainnya yang juga pernah ditangani Kejati Sulteng seperti kasus Pembangunan Asrama Haji yang hilang ditelan masa. “Sebelum semua itu terlambat, hari ini, Rabu 03 Februari 2021 kami dari Lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia, menyatakan mosi tidak percaya kepada Kejati Sulteng dan menuntut Kajati Sulteng dicopot,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam