Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Pemda Parimo Kukuhkan Petugas Verifikasi dan Validasi DTKS

TANDA TANGAN - Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan SKM, M.Kes saat menandatangani dokumen pengukuhan petugas verifikasi dan validasi DTKS. Foto : ASWADIN/PE

PALU EKSPRES, PARIMO- Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengukuhkan sekaligus mengambil sumpah petugas verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di Kabupaten Parimo, Selasa (30/3/2021), di Aula Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan SKM, MKes mengatakan, DTKS Kabupaten Parimo berjumlah kurang lebih 235 ribu jiwa.
“Jadi jumlah DTKS yang 235 ribu itu yang kita akan verifikasi dan validasi untuk memastikan, karena selama ini mungkin sudah ada yang meninggal atau sudah keluar dari Parimo tapi masih masuk dalam data itu. Begitupun halnya dengan yang sudah mampu,” ujarnya.
Kemudian, ada warga yang tergolong tidak mampu kata Irwan, tapi belum juga masuk dalam DTKS tersebut. Olehnya, pemerintah daerah mengukuhkan petugas verifikasi dan validasi DTKS, agar dapat menghasilkan data yang akurat.
“Kenapa kita ambil sumpahnya tadi, karena kita berharap agar mereka betul-betul bekerja sesusi dengan aturan yang berlaku. Kemudian kita harapkan juga mereka dalam bekerja tanpa ada tekanan dari pihak manapun sehingga sesuai dengan kriteria yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pengambilan sumpah terhadap petugas verifikasi merupakan jalan satu-satunya yang ditempuh pihaknya agar DTKS bisa lebih akurat. Kata dia, petugas verifikasi dan validasi DTKS ini semua ada, baik di desa/kelurahan maupun kecamatan.
Ia menjelaskan, setelah selesai musyawarah desa masing-masing petugas ini akan turun dari rumah ke rumah untuk memverifikasi dan memvalidasi data yang ada.

” Data itu mereka validasi kemudian dilengkapi dengan foto sehingga foto itu yang membuktikan bahwa benar mereka turun lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, DTKS merupakan data pelaksanaan pemberian bantuan sosial, pemberdayaan sosial dan atau perlindungan sosial. “Perlu diketahui bersama bahwa, pemberian bantuan sosial selama ini belum memenuhi target sesuai dengan enam T, ” ungkapnya.
Enam T yang di maksud adalah, Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat kualitas, Tepat waktu, Tepat harga, dan Tepat administrasi.

Hal ini terjadi lanjut dia, karena data yang digunakan masih menggunakan data hasil pemutakhiran melalui basis DTKS tahun 2015 silam. Sementara, perkembangan kehidupan sosial masyarakat di Parimo sangat dinamis.
Ia mengatakan, DTKS merupakan data utama yang menjadi rujukan dalam pemberian program kegiatan bantuan sosial oleh pemerintah pusat dan daerah. Hal ini tentunya, perlu dilakukan update data. Sehingga, dalam pemberian bantuan sosial selalu menimbulkan kesenjangan di tengah masyarakat,” ujarnya. (asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital