Sabtu, 8 Agustus 2026

Anggaran Daerah Lebih Besar Buat Pegawai Dibanding Belanja Modal

ILUSTRASI PNS. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menyoroti anggaran belanja pemerintah daerah yang masih minim. Direktur Jenderal Perimbangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti mengungkapkan, rata-rata belanja daerah pada April 2021 baru mencapai 12,7 persen.
Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan penyerapan anggaran untuk pemulihan ekonomi setiap daerah. Rata-rata penyerapan belanja daerah sangat jauh dibandingkan dengan pemerintah pusat yang sebesar 40 persen.
“Dibandingkan dengan yang ada di Pemerintah Pusat saya rasa perlu menjadi perhatian kita,” ujarnya secara virtual, Selasa (8/6).
Astera mengatakan, hal yang sangat disayangkan adalah komposisi belanja daerah yang sebagian besar digunakan untuk belanja pegawai, baik melalui gaji maupun honor perjalanan dinas. “Ini terus terang menjadi perhatian kita semua,” imbuhnya.
Astera mengaku, pihaknya memahami bahwa bertepatan dengan momen Lebaran dimana Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 proporsinya menjadi tinggi sehingga anggaran terbesar dialokasikan untuk pegawai yaitu sebesar 58 persen. Namun, jika dilihat dari porsi belanja APBD yang sudah direalisasikan sebesar 12,7 persen, anggaran yang digunakan untuk belanja modal masih sangat rendah yakni sekitar 5-6 persen.

“Kita belum lihat di situ belanja modalnya apakah itu belanja modal yang produktif atau tidak produktif. Ini yang menjadi trigger kenapa kita ingin ada bedah data APBD,” pungkasnya. (jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital