Minggu, 30 Agustus 2026

Tindaklanjuti Surat Gubernur, DLH Parimo Gelar Rapat Bahas WPR

Kepala Dinas DLH Parimo, Mohamad Irfan. Foto : ASWADIN/PE

PARIMO, PE- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabaupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah segera menggelar rapat bersama sejumlah dinas terkait, membahas tentang wilayah pertambangan rakyat (WPR) di Kabupaten Parimo.

Rapat itu digelar menyusul adanya surat Gubernur Sulawesi Tengah mengenai kawasan yang akan dijadikan wilayah pertambangan rakyat (WPR) di Kabupaten Parigi Moutong.

“Kita bicarakan tentang wilayah pertambangan rakyat. Jadi kita bicara tambang bukan berarti harus emas, tentu saja tidak. Karena ada bebatuan dan jenis mineral lainnya, dan itu yang kita bahas tadi,” ujar Kepala DLH Parimo, Mohamad Irfan kepada wartawan di kantornya. Senin (12/7/2021).

“Itu yang kita bahas tadi, untuk menindaklanjuti surat gubernur, tentang kawasan yang akan dijadikan WPR di Parimo.” jelasnya.

Karena, di Parigi Moutong sendiri ada sebanyak 29 titik lokasi yang terdapat di 29 desa nantinya, akan di jadikan WPR. Kemudian lokasi tersebut kata dia, akan dilakukan klarifikasi kembali untuk memastikan mana wilayah yang memenuhi syarat untuk diajukan menjadi WPR.

“Awalnya kita berpikir bahwa itu pertambangan emas, ternyata setelah di lihat di peta detailnya bukan cuma emas, tapi ada juga pasir dan batu (Sirtu) atau galian C, menurut aturan kemarin. Namun, sekarang ini bukan lagi galian C tapi, batu dan non batuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari puluhan titik wilayah yang nantinya akan dijadikan WPR, ada juga kawasan yang tidak boleh digunakan sebagai wilayah pertambangan rakyat. Karena, jika dilihat dari peta, bahwa wilayah tersebut ternyata masuk dalam kawasan pertanian basah atau sawah, yang luasnya sekitar 462 hektare tepatnya berada di desa Poli Kecamatan Tinombo Selatan.

“Apalagi sawah itu, masuk dalam kawasan pangan lestari. Jadi, tidak bisa dijadikan wilayah pertambangan rakyat.” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini kawasan-kawasan yang akan dijadikan WPR tersebut, ada yang sudah dikelola dan adapula yang belum terkelola, misalnya tambang pasir di sungai Ongka dan Tada.” Disana itu ada orang yang sudah mengelolah atau menambang pasir.” katanya.

Menurutnya, titik lokasi ini semua sudah ada. Sehingga, pihaknya tinggal menyusaikan apakah titik-titik kawasan yang diinformasikan oleh Pemerintah Provinsi ini memenuhi syarat sesuai dengan RTRW yang ada di Parigi Moutong atau tidak.

“Setelah kita pila tadi, ternyata ada yang tidak dan ada yang boleh menjadi wilayah pertambangan rakyat.” jelasnya.

Selain itu, ada kawasan hutan yang tidak bisa dijadikan WPR. Karena harus melalui pembebasan-pembasan terlebih dahulu, misalnya di desa Salubanga Kecamatan Sausu yang luasnya sekitar 3 ribu hektare lebih. Sebab, kawasan tersebut masuk dalam kawasan hutan produksi konversi (HPK).

“Hutan ini tidak bisa dikelolah tanpa izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk alih fungsi lahan, dari konversi ke lahan area penggunaan lain, seperti tambang itu boleh, tetapi harus mengikuti regulasi,” ujarnya.

Sehingga, yang diusulkan saat ini katanya, adalah yang sudah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan telah disahkan sebelumnya.” Meskipun yang lain ini memenuhi syarat, tapi tidak masuk dalam RTRW itu tidak bisa. Karena, nanti direvisi lagi lima tahun kedepan RTRW, baru diusulkan kembali.” ujarnya.
(asw/pe)  

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam