Rabu, 12 Agustus 2026

Unifa Peringkat Kedua PTS Terbaik di Indonesia Timur, Kado Istimewa Jelang Milad

PALUEKSPRES, MAKASSAR – Universitas Fajar (Unifa) Makassar kembali meraih prestasi. Yakni, salah satu perguruan tinggi (PT) terbaik di Makassar ini naik peringkat.

Unifa kini berada di rangking 157 PT Indonesia yang mana periode lalu hanya mampu bertengger di peringkat 358.

Selain itu, Unifa juga kini berada di rangking 2 PTS di Indonesia Timur versi Webometrics. Hanya satu strip dari Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Rektor Unifa Makassar, Dr Mulyadi Hamid, mengaku ini adalah kado manis menjelang Milad ke-12 Unifa yang jatuh pada 8 Agustus 2020.

“Semoga dengan adanya perubahan peringkat versi Kemendikbud ini, kami bisa terus berbenah menjadi lebih baik ke depannya. Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Sekaligus berterima kasih kepada seluruh civitas akademika dan karyawan atas kerja kerasnya sehingga bisa terus memperbaiki peringkat Unifa,” ungkap Mulyadi.

Ia menambahkan capaian ini tidak lepas dari kinerja publikasi dosen dan aktivitas digital yang memang semakin dimassifkan.

“Karena salah satu program transformasi Unifa. Ini sekaligus sebagai kado istimewa bagi milad Unifa ke 13 pada tanggal 8 Agustus nanti,” kata kolumnis Harian FAJAR Makassar itu.

Rektor mengungkapkan, dari versi Webomatrics, Unifa berada di 32 terbaik PTS (Perguruan Tinggi Swasta) seluruh Indonesia. Dengan ranking 108 seluruh PT (perguruan tinggi) di Indonesia, termasuk PTN.

“Kita memang berupaya mendorong semua dosen meningkatkan publikasi ilmiahnya dan meningkatkan citasi artikel ilmiah yang menjadi salah satu indikatir penting webometrics. Di samping itu selalu kita upayakan untuk menggunakan platform digital dalam berkomunikasi dengan semua stakeholders,” pungkas mantan komisioner Ombudsman Makassar itu.

Apa saja kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics?

Dilansir laman Webometrics, ada 4 indikator yang digunakan dalam penilaian untuk pemeringkatan PTS dan PTN:

  1. Presence (bobot 5%) Kriteria ini merupakan jumlah halaman website dari domain web utama–termasuk seluruh subdomain yang ada di perguruan tinggi. Sumbernya dari Google.
  2. Visibility (bobot 50%) Visibility merupakan jumlah eksternal link unik yang terhubung ke domain web perguruan tinggi (dinormalisasi dan kemudian nilai rata-rata). Sumber datanya dari Ahrefs Majestic.
  3. Transparency/Openness (bobot 10%) Kriteria ini merupakan jumlah kutipan dari 210 penulis teratas. Datanya bersumber dari Google Scholar.
  4. Excellence or Scholar (bobot 35%) Kriteria ini merupakan jumlah 10 persen makalah teratas yang paling banyak dikutip dari masing-masing 26 disiplin ilmu, dilihat dari seluruh database untuk periode 5 tahun (2014-2018). Sumbernya dari Scimago.

Mengenal Webometrics Webometrics merupakan sistem perankingan perguruan tinggi se-dunia berbasis website yang didirikan sejak 2004.

Lembaga ini menerbitkan peringkat universitas setiap 2 kali setahun, yaitu pada Januari dan Juli. Pada lamannya, Webometrics menekankan bukan melakukan pemeringkatan website universitas, tetapi melakukan pemeringkatan universitas berdasarkan data website-nya.

“Peringkat Webometrics suatu universitas sangat terkait dengan volume dan kualitas konten yang diterbitkannya di web,” tulis keterangan di lamannya.

Menurut Webometrics, kehadiran dan visibilitas web dapat dijadikan indikator kinerja global sebuah universitas. Webometrics bermaksud memotivasi lembaga dan akademisi untuk menghadirkan website yang mencerminkan aktivitas mereka secara akurat.

Selain itu juga untuk meningkatkan transfer pengetahuan ilmiah dan budaya secara signifikan dari universitas ke masyarakat.

Akan tetapi, tujuan dibuatnya Webometrics bukan untuk mengevaluasi situs web, desain web, kegunaannya, atau popularitas konten dengan jumlah kunjungan web.

Pemeringkatan di Webometrics dilakukan oleh Cybermetrics Lab, kelompok penelitian milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan penelitian publik terbesar di Spanyol.

Sementara itu, para editornya adalah para ilmuwan yang bekerja di satu lembaga penelitian publik kelas dunia dengan pengalaman panjang dalam evaluasi yang dipandu metrik. (rilis/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia