Jumat, 28 Agustus 2026
Opini  

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Adang Supriyadi. Foto: Istimewa

Oleh Marsekal Muda TNI (Purn) Dr. Ir. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. IPU
(Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan, Universitas Pertahanan RI (Bela Negara)

SELAMA pandemi COVID 19 menyebar dan menghancurkan seluruh aspek hidup masyarakat dunia dan masyarakat Indonesia khususnya, tidak membuat para kelompok intoleran, radikalisme dan terorisme mengakhiri aksi terornya. Fakta ini jelas terlihat dari berbagai aksi teror yang terjadi di tanah air kita. Beberapa aksi teror yang terjadi seperti: aksi teror bom bunuh diri sepasang suami istri yang menyerang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada 28 Maret 2021, aksi teror yang menewaskan 4 warga sipil dilakukan oleh 5 anggota kelompok radikal kanan di Poso pada 11 Mei 2021, serta kasus teror penyerangan Mabes Polri pada 31 Maret 2021 oleh perempuan muda berusia 25 tahun. Selain aksi-aksi diatas, terdapat fakta lain yang dikutip dari laporan akhir tahun kinerja Mabes Polri sepanjang 2020, sebanyak 228 tersangka kasus terorisme telah ditangkap oleh aparat keamanan sepanjang Tahun 2020.
Selain itu, aparat keamanan juga telah mengamankan tidak kurang dari 20.068 kotak amal yang diduga untuk mendanai kelompok teror yang tersebar di 12 daerah pada 17 Desember 2020 silam. Pada 26 Maret 2021, Aparat keamanan kembali mengamankan 500 kotak amal di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengungkapan atas kasus pendanaan aksi teror ini merupakan bukti nyata kurangnya kesadaran individu dan kolektif atas pergerakan kelompok teror yang memanfaatkan empati masyarakat Indonesia untuk tujuan sumber pendanaan aksi teror.
Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hingga PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diupayakan pemerintah guna menekan angka penyebaran infeksi virus COVID 19 di Indonesia, ternyata dimanfaatkan oleh kelompok teror menyebarkan propagandanya melalui media sosial. Aksi mereka di media sosial bertujuan untuk terus menyuarakan keinginanya mendirikan negara sendiri dengan ideologi yang mereka usung. Mereka yakin, adanya pembatasan sosial ini membuat banyak orang berpotensi meningkatkan penggunaan media sosial hingga berkali lipat. Sehingga unggahan propaganda mereka ini akan berpotensi mampu menyebar luas tanpa batas dalam hitungan detik. Hal ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Kominfo, bahwasanya terdapat peningkatan signifikan 30-40% penggunaan internet di area pemukiman di tengah-tengah masyarakat Indonesia selama masa physical distancing tahun 2020.
Peningkatan aktivitas di internet ini, dimanfaatkan sebagai ruang gerak gratis serta bebas tanpa batas untuk memengaruhi para pengikut kelompok teror dan gencar melakukan rekrutmen hingga penguatan ideologi. Hal ini bertujuan agar para pengikutnya siap melakukan aksi teror sebagai upaya menebar ketakutan global. Ruang-ruang digital selalu mereka fungsikan sebagai ruang propaganda untuk mengasongkan khilafah. Akibatnya, aksi teror mereka berpotensi memunculkan ketakutan, kerusakan hingga mengakibatkan banyak nyawa tidak berdosa menjadi korban. Propaganda yang ditebarkan berupa: ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan sistem pemerintahan yang sah, berikrar mengganti ideologi negara dari Pancasila menjadi Syariah’ (versi mereka). Propaganda ini sangat jelas tidak mencerminkan unsur dasar ketiga dalam Bela Negara yaitu yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara.
Propaganda yang ditebarkan oleh kelompok teror melalui media internet dan media sosial dengan mudah disebarkan para pengikutnya dalam hitungan detik. Secara tidak langsung, para pengikutnya ini menjadi marketeers freelance dalam aksi propaganda kelompok intoleran, radikalime dan terorisme dengan bayaran cuma-cuma. Fakta-fakta yang terjadi dilapangan ini, merupakan wujud ancaman nyata bagi keamanan nasional dan persatuan bangsa. Pengaruh ideologi intoleran, radikalisme dan terorisme ini harus dikonter melalui implementasi kontra naratif di media sosial dan implementasi unsur Bela Negara.
Untuk itu, kita sebagai masyarakat Indonesia yang cinta damai dan cinta tanah air, perlu menangkal narasi-narasi provokatif para propagandis dengan konter naratif di media sosial dan internet. Dengan daya tangkal ini, potensi penyebaran infeksi ideologi intoleran, radikalisme dan terorisme dapat dicegah sedini mungkin.
Selain konter naratif, pengimpelementasian unsur Bela Negara juga perlu dilakukan. Terdapat 5 unsur Bela Negara yang memegang peranan penting untuk kita laksanakan sebagai perwujudan kesetiaan kita terhadap NKRI, yaitu: cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara. Merujuk pada unsur-unsur ini, bulan Agustus yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang Ke-76, sudah selayaknya kita memaknai hari bersejarah ini dengan kobaran semangat nasionalisme dan patriotisme serta melakukan hal-hal yang mencerminkan 5 unsur Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari secara aplikatif dan impelementatif.
Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-76 ini, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat. Baik kalangan muda maupun kalangan tua untuk berpartisipasi proaktif memeriahkannya, dengan mengobarkan semangat kemerdekaan di masa pandemi ini melalui unggahan-unggahan kontributif untuk negara. Seperti menggunakan twibbon atau mikrositus bingkai foto ucapan HUT RI Ke-76, menjadikan untaian kata dan doa HUT RI Ke-76 menjadi viral di twitter, TikTok, Instagram, Facebook, dan berbagai platform online lainnya, merefleksikan dalam bentuk gambar maupun video upaya-upaya pemerintah serta masyarakat akan pentingnya menangkal narasi-narasi para propagandis, hoax, serta narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Upaya-upaya ini sebagai bentuk transformasi globalisasi teknologi dalam menjadikan ruang-ruang media sosial sebagai ajang pemersatu bangsa dan menunjukkan pada dunia akan kekuatan identitas masyarakat Indonesia yang bersatu padu kokoh dalam bingkai NKRI. Maka dari itu, mari! Kita wujudkan bersama upaya Bela Negara dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri dengan tanpa henti menangkal propaganda kelompok intoleran, radikalisme dan terorisme di media sosial sebagai perwujudan cinta kita terhadap tanah air Indonesia. ***

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global