Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Target 4 Persen Kemiskinan di Tahun 2026, Wakil Walikota Beberkan Program yang Akan dilakukan Pemkot Palu

Wawali Palu dr Reny A Lamadjido dalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan daerah Kita Palu, Jumat (24/12/2021) foto:humas

PALUEKSPRES, PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menargetkan tingkat kemiskinan Kota Palu pada tahun 2026 tersisa 4 persen. Target ini telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palu 2021-2026.

Dalam RPJMD Kota Palu sendiri, tingkat pencapaian penduduk yang hidup di atas garis kemiskinan ditargetkan sebesar 96 persen.

Wakil Wali Kota Palu, dr Reny A Lamadjido, mengatakan untuk mencapai target itu, diperlukan adanya
penyediaan program dan layanan pembangunan. Lalu membangun sinergi antara perencanaan dan penganggaran agar berpihak pada masyarakat miskin, atau penanggulangan kemiskinan.

Dalam hubungan tersebut Pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menurutnya telah memprogramkan kegiatannya masing-masing.

“Yang secara garis besar tercakup dalam 5 bidang prioritas. Yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang insfrastruktur, bidang pengembangan ekonomi, kerakyatan dan bidang pariwisata,”demikian Wawali saat membuka rapat koordinasi (Rakor) pengentasan kemiskinan daerah, di Aula Kantor Camat Palu Selatan, Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, target itu bisa terealisasi dengan kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas dari semua pihak terkait.

“Karena dengan kerja keras dan ikhlas itulah Pemkot Palu pernah berhasil mengatasi kendala sekaligus cepat dalam mendapatkan solusinya,”jelas Wawali.

Wawali mengatakan, target itu merupakan target bersama semua pihak. Baik pemerintah maupun swasta yang kemudian diharap untuk saling mempertukarkan kelebihan dan menutupi kekurangan.

“Kelemahan masing masing bisa ditutupi dengan berkolaborasi pada berbagai program penanggulangan kemiskinan,”katanya.

Ia berharap pula semua pihak terkait dapat membangun kemitraan dengan pelaku usaha lainnya sebagai salah satu upaya dalam mengeluarkan warga dari garis kemiskinan.

Sebelumnya disampaikan bahwa indeks pengentasan kemiskinan tahun 2022 pada RPJMD ditargetkan sebesar 5,5 persen. Kemudian indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,94persen dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,2persen di tahun 2022. (mdi/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital